Breaking News:

Satgas Imbau Masyarakat Memahami Faktor Penyebab Lonjakan Agar Terhindar Gelombang Baru Covid-19

Berikut ini simak informasi dari Satgas Covid-19 kepada masyarakat untuk memahami faktor penyebab lonjakan kasus agar terhindar gelombang baru.

Pixabay
Ilustrasi virus corona-simak informasi dari Jubir Satgas Covid-19 kepada masyarakat untuk memahami faktor penyebab lonjakan kasus agar terhindar gelombang baru. 

TRIBUNHEALTH.COM - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menilai pentingnya bagi semua pihak termasuk masyarakat memahami faktor penyebab lonjakan kasus Covid-19 atau yang sering disebut sebagai gelombang baru Covid-19.

Pasalnya, masyarakat perlu memahami bahwa virus itu sendiri tidak bisa dijadikan sebagai entitas tunggal penyebab persebaran penyakit.

Sehingga perlu melihat faktor-faktor lain yang menstimulasi persebarannya.

Baca juga: Pasien Kanker Bisa Terlindungi dari Covid-19 dengan Vaksinasi, Ilmuwan Tegaskan Efektif dan Aman

"Misalnya dinamika evolusinya dan perilaku manusia yang mendukung peningkatan transmisinya yang cukup khas di tiap-tiap wilayah," ungkap Wiku dilansir Tribunhealth.com dari situs resmi  .

Melihat lebih dalam, penyebab gelombang pertama di hampir seluruh negara dikarenakan masih rendahnya pemahaman terkait penyakit ini termasuk para ahli dan ilmuwan di bidang penyakit menular.

Selain itu juga disebabkan penyebaran Covid-19 dari Wuhan ke negara-negara lain terjadi akibat mobilitas yang besar antarnegara saat itu.

Mobilitas yang besar ini menyebabkan Covid-19 selanjutnya menjadi pandemi.

Ilustrasi pembatasan mobilitas - Penyekatan mobilisasi masyarakat PPKM Darurat di Jalan Lampiri, Jakarta Timur, Rabu (7/7/2021). PPKM Darurat di 15 kabupaten/kota di luar Pulau Jawa dan Bali pada 12-20 Juli 2021.
Ilustrasi pembatasan mobilitas - Penyekatan mobilisasi masyarakat PPKM Darurat di Jalan Lampiri, Jakarta Timur, Rabu (7/7/2021). PPKM Darurat di 15 kabupaten/kota di luar Pulau Jawa dan Bali pada 12-20 Juli 2021. ()

Apalagi belum ditemukannya obat-obat atau vaksinasi yang mendukung upaya kuratif saat itu.

Sehingga meningkatnya jumlah kasus, khususnya kasus perawatan di rumah sakit.

Sementara, untuk penyebab gelombang kedua, terjadi akibat kemunculan varian of concern (VOC) seperti Alfa, Beta, Gamma dan Delta di beberapa negara. Seperti Inggris, Afrika Selatan dan India.

VOC yang tidak disertai dengan penjagaan mobilitas antarnegara menyebabkan gelombang ikutan ke negara-negara tetangga.

Baca juga: dr. Bayu Sebut Berat Ringan Kondisi Pasien Positif COVID-19 Akan Dievaluasi Dokter Secara Individual

Bahkan negara di Asia Tenggara seperti Thailand dan Indonesia.

Jika merujuk pada studi dari Rusia tahun 2021 mengenai analisis regresi data Covid-19 dari 35 negara di dunia, menyatakan bahwa mayoritas penyebaran varian baru di beberapa negara tersebut terjadi akibat pergerakan domestik yang memperparah penyebaran varian impor.

Sedangkan di Spanyol Jepang dan Korea Selatan, peningkatan signifikan terjadi akibat penularan di komunitas atau klaster.

Sehingga penderita Covid-19 umumnya berasal dari kelompok yang sama.

Ilustrasi penyebaran virus Covid-19
Ilustrasi penyebaran virus Covid-19 (Kompas.com)

Contohnya ibu hamil dan anak-anak untuk di Spanyol dan kasus di perkantoran untuk di Jepang.

Selanjutnya gelombang ketiga yang terjadi di Kentucky, Amerika Serikat, disebabkan oleh distribusi varian baru yaitu R1 dan varian Mu di Columbia.

Selain itu pembukaan sektor sosial ekonomi yang tidak disertai kepatuhan protokol kesehatan yang tinggi, menyebabkan lonjakan kasus di Singapura, beberapa negara di Eropa dan Afrika.

Baca juga: CDC Sebut Efektivitas Vaksin Pfizer dan Moderna Melemah dari Waktu ke Waktu, Terutama pada Lansia

Walaupun saat ini Indonesia telah mulai melakukan kegiatan produktif secara bertahap bertingkat dan berlanjut, namun masyarakat harus tetap berhati-hati dalam beraktivitas.

Oleh karena itu tidak bisa kembali serta merta melupakan pentingnya proteksi protokol kesehatan. Baik memakai masker, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan.

"Kepatuhan ini merupakan kunci mencegah timbulnya gelombang baru," pungkas Wiku.

Baca juga: Satgas Covid-19 Sebut Beberapa Faktor yang Menyebabkan Vaksinasi terhadap Lansia Berjalan Lambat.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved