Breaking News:

Satgas Covid-19 Sebut Beberapa Faktor yang Menyebabkan Vaksinasi terhadap Lansia Berjalan Lambat.

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan vaksinasi Covid-19 pada lansia berjalan lambat, Alexander Ginting memaparkannya.

Warta Kota/henry lopulalan
Tenaga kesehatan melakukan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan secara door to door atau rumah ke rumah di kawasan Sunter Agung, Sunter, Jakarta Utara, Senin (16/8/2021). Vaksinasi yang dilakukan secara door to door itu dilakukan untuk sebagai langkah percepatan vaksinasi bagi lansia dan yang mengalami kelumpuhan. 

TRIBUNHEALTH.COM - Vaksinasi Covid-19 pada lanjut usia atau lansia menjadi tantangan yang belum terselesaikan oleh Satgas Covid-19.

Padahal program vaksinasi terhadap lansia sebenarnya sudah dibahas jauh hari, yaitu sejak Maret.

Pemerintah juga telah mengalokasikan vaksin untuk lansia sebesar 21,5 juta orang.

Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander Ginting memaparkannya dalam seminar virtual melalui kanal YouTube FMB9ID, Selasa (21/9/2021).

Baca juga: Ibu Hamil Diperbolehkan Vaksinasi Covid-19 dengan Syarat-syarat Berikut

Namun pada vaksinasi pertama, angka vaksinasi pada lansia baru mencapai 26 persen.

Sedangkan pada vaksinasi kedua yaitu 18 persen.

Program vaksinasi ini terhitung cukup lambat.

Padahal, lansia merupakan populasi yang sangat rentan untuk terpapar Covid-19.

"Kalau lihat angka mortalitas lebih setegah lansia. Kalau kasus aktif di komunitas, mereka positif adalah lansia. Kalau antre di UGD di antar anak anak lansia. Ini menjadi tantangan dan persoalan," kata Alexander.

Alex mengatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan vaksinasi terhadap lansia berjalan lambat.

Di antaranya karena kondisi fisik lansia yang tidak seperti anak muda atau dewasa.

Sebelum divaksin, lansia harus dipastikan dalam kondisi sehat, kuat dan bugar.

Baca juga: Capaian Vaksinasi jadi Indikator dalam Menetapkan Level Daerah, Ini Aturan yang Perlu Dipahami

"Tidak bisa lansia datang sebagai anak muda sehat, tinggal datang vaksin, ditensi dan divaksin," ujarnya.

Di sisi lain, sebagian besar lansia ada yang mengidap komorbid atau penyakit penyerta.

Jadi tidak bisa langsung divaksin. Lansia harus mengendalikan penyakit penyerta terlebih dahulu.

"Misalnya yang mengidap hipertensi tentu harus dengan obat jadi kuat. Tidak bisa bagi lansia yang minum obat hipertensi tidak teratur. Sehingga nanti ketika mau vaksin, tekanan darah 170 ke atas. Jadinya tidak bisa divaksinasi," katanya lagi. (Tribunnews.com/Aisyah Nursyamsi)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Vaksinasi Lansia Berjalan Lambat, Ini Kendala yang Dihadapi Satgas Covid-19

Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved