Breaking News:

CDC Sebut Efektivitas Vaksin Pfizer dan Moderna Melemah dari Waktu ke Waktu, Terutama pada Lansia

Setelah lansia divaksinasi, perlindungan terhadap virus perlahan melemah

Surya/Ahmad Zaimul Haq
VAKSINAS COVID-19 - Keterangan Foto: Civitas akademika Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengikuti rangkaian serbuan vaksinasi Covid-19 di kampus Unesa Lidah, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (9/9/2021). Kegiatan serbuan vaksinasi Covid-19 oleh TNI AL melalui STTAL itu untuk menyambut HUT ke-76 TNI AL dan menyambut pembelajaran tatap muka. 

TRIBUNHEALTH.COM - Perlindungan vaksin terhadap virus corona dinilai melemah dari waktu ke waktu.

Berkurangnya perlindungan ini terutama terjadi pada orang yang telah berusia 65 tahun ke atas, disampaikan oleh pakar Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, Rabu (22/9/2021).

Ruth Link-Gelles, yang membantu memimpin Tim Efektivitas Vaksin CDC, meninjau serangkaian penelitian yang melihat efektivitas keseluruhan vaksin dalam berbagai kelompok antara Februari dan Agustus.

Dilansir TribunHealth.com dari CNN, dia menemukan pola serupa untuk vaksin Pfizer dan Moderna, yang keduanya dibuat menggunakan mRNA.

Baca juga: Satgas Covid-19 Sebut Beberapa Faktor yang Menyebabkan Vaksinasi terhadap Lansia Berjalan Lambat.

Baca juga: Ibu Hamil Diperbolehkan Vaksinasi Covid-19 dengan Syarat-syarat Berikut

Tenaga kesehatan melakukan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan secara door to door atau rumah ke rumah di kawasan Sunter Agung, Sunter, Jakarta Utara, Senin (16/8/2021). Vaksinasi yang dilakukan secara door to door itu dilakukan untuk sebagai langkah percepatan vaksinasi bagi lansia dan yang mengalami kelumpuhan.
Tenaga kesehatan melakukan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan secara door to door atau rumah ke rumah di kawasan Sunter Agung, Sunter, Jakarta Utara, Senin (16/8/2021). Vaksinasi yang dilakukan secara door to door itu dilakukan untuk sebagai langkah percepatan vaksinasi bagi lansia dan yang mengalami kelumpuhan. (Warta Kota/henry lopulalan)

Temuan cenderung mendukung argumen bahwa perlindungan orang mulai berkurang setelah beberapa bulan, dan booster mungkin membantu memulihkan kekebalan mereka.

"Untuk individu 65 plus, kami melihat penurunan signifikan dalam VE (efektivitas vaksin) terhadap infeksi...," Link-Gelles mengatakan pada pertemuan penasihat vaksin CDC.

"Kami juga melihat penurunan, terutama untuk Pfizer, untuk 65 ke atas, yang tidak kami lihat pada populasi yang lebih muda. Akhirnya ada bukti berkurangnya VE terhadap rawat inap di periode Delta," katanya.

Link-Gelles mengatakan, secara keseluruhan, efektivitas vaksin Moderna lebih tinggi daripada Pfizer.

Untuk vaksin Johnson & Johnson, efektivitas vaksin sebenarnya meningkat seiring waktu, bahkan setelah varian Delta mendominasi.

Baca juga: Capaian Vaksinasi jadi Indikator dalam Menetapkan Level Daerah, Ini Aturan yang Perlu Dipahami

Baca juga: Presiden Moderna Sorot Kemampuan Penularan Varian Delta, Ingatkan Perlindungan Vaksin Bisa Melemah

Ilustrasi Vaksin - Bukti vaksin menjadi salah satu syarat yang harus dimiliki oleh seluruh masyarakat, maka simak penjelasan tentang vaksinasi berikut ini.
Ilustrasi Vaksin - Bukti vaksin menjadi salah satu syarat yang harus dimiliki oleh seluruh masyarakat, maka simak penjelasan tentang vaksinasi berikut ini. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Satu studi yang disebut SUPERNOVA mengamati veteran antara Februari dan Agustus tahun ini.

Dalam penelitian itu, vaksin Pfizer memberikan perlindungan 92% terhadap rawat inap untuk mereka yang berusia 18 hingga 64 tahun, dan 77% untuk mereka yang berusia di atas 65 tahun, kata Link-Gelles.

Vaksin Moderna memberikan perlindungan 97% terhadap rawat inap bagi mereka yang berusia 18-64 tahun, dan 87% untuk mereka yang berusia 65 tahun ke atas.

Efektivitas tampaknya tidak terpengaruh oleh kedatangan varian Delta, studi tersebut menemukan.

Baca berita lain tentang Covid-19 dan vaksinasi di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved