Breaking News:

Penggunaan Zoom Bisa Berdampak Buruk terhadap Kesehatan, Terutama pada Perempuan dan Introvert

Sebuah studi menunjukkan penggunaan Zoom bisa memicu sederet masalah fisik dan mental

Pixabay
Ilustrasi Zoom Fatigue 

TRIBUNHEALTH.COM - Sebuah studi terbaru mengamati efek penggunaan Zoom dalam jangka waktu lama terhadap kesehatan.

Penelitian tersebut diterbitkan di Jurnal Computers in Human Behaviour Reports, September 2021.

Mereka menemukan adanya dampak yang disebut Zoom Fatigue (kelelahan Zoom), yang menimbulkan perasaan tenaga yang kewalahan, terkuras, dan habis.

Panggilan yang lebih lama membawa kelelahan mental dan visual yang lebih besar, kata Anna Queiroz, rekan penulis studi dikutip TribunHealth.com dari SCMP, Minggu (17/10/2021).

Kondisi ini lebih sulit lagi bagi para introvert.

“Tingkat kelelahan Zoom lebih rendah karena peserta melaporkan tingkat ekstroversi dan stabilitas emosional yang lebih tinggi.”

Baca juga: Sering Meeting Online Bisa Picu Zoom Dysmorphia, Merasa Khawatir dengan Penampilan di Depan Kamera

Ilustrasi Zoom Fatigue
Ilustrasi Zoom Fatigue (Pixabay)

Beberapa ahli kesehatan mental telah mengamati bahwa tempat tinggal yang kecil juga dapat memperburuk kondisi.

“Karena ruang tinggal yang kecil di Hong Kong, ditambah dengan home schooling, dan perlu beralih dari satu panggilan konferensi video ke panggilan berikutnya, pasti ada kelelahan Zoom yang saya perhatikan dengan klien saya,” kata Allison Heiliczer, seorang psikoterapis dan konselor di OT&P Healthcare dan Rethink The Couch di Hong Kong.

Ketika keluhan kelelahan Zoom muncul, penting untuk menilai tingkat keparahan situasi, kata psikolog Dr Michael Eason, salah satu pendiri Lifespan Counseling di Hong Kong.

“Seberapa besar pengaruhnya terhadap fungsi sehari-hari? Apakah mereka mengalami depresi klinis, mengalami serangan panik, apakah hubungan dengan teman dan anggota keluarga memburuk?”

Baca juga: Duduk Terlalu Lama saat Bekerja Bisa Sebabkan Naiknya Gula Darah dan Kadar Kolesterol

Baca juga: Terlalu Lama WFH, Pekerja Wajar Alami Kecemasan Jelang Bekerja di Kantor, Apa yang Bisa Dilakukan?

Ilustrasi --- Zoom fatigue
Ilustrasi --- Zoom fatigue (Pixabay)

Menyadari kapan perlu mengurangi intensitas Zoom, dapat sangat membantu.

“Salah satu keluhan yang paling umum di antara klien saya adalah bahwa tidak ada lagi batasan yang jelas antara kehidupan kerja dan kehidupan rumah."

"Banyak orang merasa terbebani oleh harapan bahwa mereka 'harus' selalu dapat diakses 24/7."

“Harapan yang tidak realistis dan tidak terkendali seperti itu menyebabkan kelelahan fisik dan emosional tingkat tinggi yang dapat mengakibatkan kelelahan total,” kata Eason.

Studi Stanford juga mencatat perbedaan gender.

Wanita cenderung lebih terpengaruh Zoom fatigue daripada pria.

Baca juga: Dokter Sebut Work From Home (WFH) Bisa Picu Insomnia, Idealnya Tempat Kerja Dibuat Terpisah

Ilustrasi Zoom Fatigue
Ilustrasi Zoom Fatigue (Pixabay)

Salah satu orang yang merasakan langsung gejala ini adalah Stephanie Ko, Direktur LQ Pacific Partners.

Jika konferensi video melibatkan beberapa orang, akan sulit untuk menyampaikan poin-poin penting.

Seringkali, Ko mengatakan bahwa dia perlu meninggikan suaranya dan menggunakan gerakan dan ekspresi yang berlebihan untuk memastikan bahwa dia didengar.

Tenggorokan kering adalah hasil yang umum, menambah perasaan terkuras.

Untuk mengatasinya, Ko sekarang menjadwalkan lebih sedikit panggilan back-to-back, membatasinya hingga 30 menit atau kurang, memberi dirinya waktu istirahat, dan tetap terhidrasi.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved