Breaking News:

'Sertifikat Vaksin' Israel Kadaluarsa dalam 6 Bulan, Penduduk Wajib Suntik Booster untuk Memperbarui

Belum jelas apakah nantinya Israel mewajibkan suntik ulang tiap 6 bulan, pihak terkait menyebut akan dilakukan evaluasi lanjutan

Tribunnews
Ilustrasi sertifikat digital bagi yang sudah divaksinasi covid-19 

TRIBUNHEALTH.COM - Israel mengambil tindakan tegas terkait vaksinasi.

Penduduk yang memenuhi persyaratan diwajibkan untuk disuntik booster vaksin Covid-19.

Tak tanggung-tanggung, bagi mereka yang memenuhi syarat namun tak melakukannya, akan dianggap belum melakukan vaksinasi.

Artinya mereka akan kehilangan berbagai hak administratif, sebagaimana diberitakan Tribunhealth.com dari CNBC.

Mirip seperti sertifikat vaksin di Indonesia, Israel juga menjadikan vaksinasi sebagai syarat untuk memasuki hotel, restoran, dan berbagai tempat lain.

Di sana, orang yang telah pulih dari Covid-19 juga dapat diberikan izin masuk hijau di bawah serangkaian pedoman yang berbeda.

Namun, hak tersebut hilang jika penduduk tak melakukan vaksinasi dosis ketiga.

Baca juga: Ibu Hamil Lebih Berisiko Alami Pendarahan Berat jika Terpapar Covid, Vaksinasi Jadi Kunci Pencegahan

Baca juga: Dr. Mursyid Bustami, Sp.S Tegaskan Tak Ada Hubungan Antara Stroke Perdarahan dengan Vaksin COVID-19

Ilustrasi vaksinasi. Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 pada warga.
Ilustrasi vaksinasi. Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 pada warga. (TRIBUNNEWS/Jeprima)

Pada 3 Oktober, Israel mengubah kriteria izin hijau dan memperpendek validitasnya.
Menurut penasihat pemerintah, izin tersebut akan kedaluwarsa enam bulan setelah seseorang menerima dosis kedua.

"Siapa pun yang memiliki izin hijau dan setelah 3/10 tidak memenuhi kriteria baru akan kehilangan izin hijau," kata juru bicara kementerian kesehatan Israel kepada CNBC.

Suntikan ketiga harus diberikan sebelum izin hijau baru dapat dikeluarkan, setidaknya satu minggu setelah booster.

Izin itu juga akan kedaluwarsa enam bulan setelah dosis ketiga.

Tidak jelas apakah lebih banyak booster mungkin diperlukan di masa depan untuk dipertimbangkan divaksinasi sepenuhnya.

Baca juga: Pakar Ingatkan Amerika Serikat soal Twindemic, Dorong Warga Lakukan Vaksinasi Influenza

Baca juga: Amankah Pasien Penyakit Jantung Melakukan Vaksin Covid-19? Berikut Ulasan dr. Isman Firdaus

Ilustrasi melindungi diri dari Covid-19
Ilustrasi melindungi diri dari Covid-19 (Freepik.com)

Juru bicara kementerian kesehatan mengatakan perkembangan situasi virus dan tingkat morbiditas akan menentukan "validitas lanjutan dari izin hijau" enam bulan setelah dosis ketiga.

Protes pecah di Israel atas kebijakan baru ini, dan diperkirakan 2 juta orang bisa kehilangan Green Pass mereka, Associated Press melaporkan.

Bahrain telah mengambil pendekatan serupa.

Orang-orang yang memenuhi syarat untuk suntikan booster mereka akan melihat status vaksinasi mereka diturunkan pada paspor vaksin digital kerajaan, aplikasi seluler BeAware.

Status yang lebih rendah membatasi pergerakan dan aktivitas publik seseorang.

Sebelumnya, mereka yang memiliki perisai hijau dianggap divaksinasi penuh dua minggu setelah dosis kedua.

Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan rutin pada warga yang berada di tempat penampungan sementara penanganan Covid-19 di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2020).
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan rutin pada warga yang berada di tempat penampungan sementara penanganan Covid-19 di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2020). (Tribunnews/Jeprima)

Namun, di bawah peraturan baru, status vaksinasi individu yang memenuhi syarat untuk mendapatkan booster akan diubah di aplikasi “dari Green Shield ke Yellow Shield sampai mereka memilih untuk menerima booster shot.”

Tidak jelas apakah kebijakan yang sama akan berlaku untuk dosis masa depan yang mungkin diperlukan.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved