Breaking News:

Perlu Tahu, Beragam Tips Atasi Gangguan Kecemasan pada Remaja dari dr. Zulvia Oktanida Syarif

Berikut ini simak penjelasan dr. Zulvia Oktanida Syarif mengenai tips atasi gangguan kecemasan pada remaja.

Pixabay.com
Ilustrasi seorang remaja perempuan mengalami kecemasan-simak penjelasan dr. Zulvia Oktanida Syarif mengenai tips atasi gangguan kecemasan pada remaja. 

TRIBUNHEALTH.COM - Berdasarkan data riset kesehatan dasar 2018, kelompok usia 15 hingga 24 tahun, terdapat prevalensi untuk terjadinya kecemasan dan depresi sebesar 6,1 %.

Ini menandakan, bahwa kita harus lebih memperhatikan kesehatan mental pada usia tersebut.

Lantaran, usia remaja dikatakan sebagai usia yang rawan mengalami gangguan mental.

Baca juga: Insecure terhadap Bentuk Tubuh? dr. Zulvia Oktanida Syarif Ungkap Cara Berdamai pada Diri Sendiri

Atas hal tersebut, Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, dr. Zulvia Oktanida Syarif memberikan sejumlah tips dalam mengatasi gangguan kecemasan yang terjadi pada remaja.

Ia menuturkan, bahwa setiap individu harus menyadari bahwa dirinya adalah orang yang berharga.

Baik dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.

Ilustrasi - body shaming rentan terjadi pada remaja
Ilustrasi remaja (Pixabay)

Oleh karena itu, perlu membangun kesadaran untuk selalu fokus pada hal-hal yang positif dari dalam diri.

Salah satunya dengan mengembangkan potensi yang ada pada diri.

Baca juga: dr. Zulvia Oktanida Jabarkan Cara dalam Membangun Kesehatan Mental pada Remaja, Berikut Ulasannya

"Berusahalah untuk fokus pada hal-hal yang positif dari dirimu."

"Berusahalah untuk mengembangkan potensi diri," sambungnya.

Pasalnya usia remaja dianggap sebagai usia paling tepat dalam mengeksplorasi hal-hal baru dalam kehidupan.

Ilustrasi remaja pubertas
Ilustrasi remaja pubertas (Pixabay)

Baca juga: dr. Zulvia Oktanida Syarif Ungkap Dampak yang Terjadi Bila Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental

Tidak cukup itu, seorang remaja juga perlu selektif ketika memilih lingkungan pertemanan.

Lantaran dengan lingkungan yang baik maka akan bisa berdampak positif pada diri sendiri.

"Sehingga perkembangan diri akan menjadi lebih optimal."

"Jadi pribadi yang sehat, baik secara fisik maupun mental," papar Zulvia.

Baca juga: Kapan Seseorang Perlu Melakukan Skrinning Kesehatan Mental? Ini Kata dr. Zulvia Oktanida Syarif

Penjelasan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, dr. Zulvia Oktanida Syarif ini dikutip dari tayangan YouTube KompasTV, Jumat (13/8/2021).

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved