Breaking News:

Seringnya Terbangun Tanda Sadar Sepanjang Malam Menjadi Penyebab Hypersomnia Disiang Hari

Banyak seseorang yang mengalami gangguan tidur di malam hari. Salah satu kejadian yang paling sering dialami adalah gangguan nafas ketika tidur.

kompas.com
ilustrasi seseorang yang mengalami gangguan tidur sering terbangun saat malam hari 

TRIBUNHEALTH.COM - Untuk kesehatan jantung, mendengkur lebih berbahaya dibandingkan dengan kadar kolesterol tinggi, kegemukan, dan bahkan kebiasaan merokok.

Didalam kedokteran kesehatan tidur, mendengkur tidak penting suaranya.

Yang terpenting adalah gangguan nafas yang terjadi saat tertidur.

Gangguan nafas saat tidur disebut dengan sleep apnea.

Saluran nafas pada penderita sleep apnea tersumbat, seolah-olah dalam tidur tercekik dan sangat berbahaya.

Gerakan nafas namun udara tidak ada yang bisa lewat.

ilustrasi seseorang yang mengalami gangguan tidur sering terbangun saat malam hari
ilustrasi seseorang yang mengalami gangguan tidur sering terbangun saat malam hari (kompas.com)

Baca juga: Insecure terhadap Bentuk Tubuh? dr. Zulvia Oktanida Syarif Ungkap Cara Berdamai pada Diri Sendiri

Karena merasa sesak maka akan terbangun.

Sleep apnea akan berulan sepanjang malam.

Jika sepanjang malam berulang kali terbangun tanpa sadar, akibatnya proses tidur terpotong sehingga kualitas tidur buruk.

Akibatnya disiang hari adalah Hypersomnia.

Hypersomnia adalah rasa kantuk yang berlebihan.

Walau sudah tidur selama 7 jam ataupun 9 jam masih tetap merasa lelah dan mengantuk.

Didalam dunia kedokteran kesehatan tidur, insomnia disikapi sebagai gejala atau diagnosa penyakit akhir.

Baca juga: dr. Lusiyanti Sebut Porsi Makan yang Pas Bisa Membuat Kulit Lebih Sehat

Insomnia masih memiliki banyak diagnosis akhir.

Dari susah tidur, sulit mempertahankan tidur, dan mudah terbangun.

Orang yang sengaja membatasi tidurnya dengan deadline, pekerjaan, atau tugas sekolah pada akhirnya merasa ngantuk disiang hari.

Keluhannya buan tidak bisa tidur, namun karena rasa kantuknya.

Remaja yang sering merasa ngantk di jam-jam tertentu sering disebut dengan Delayed Sleep Phase.

Yakni gangguan pada irama jam biologis, dimana hanya bisa tidur pada jam-jam tertentu.

Jam biologis pada usia remaja tergolong unik.

Mereka membutuhkan tidur lebih banyak 8 hingga 9 jam perhari.

Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV, bersama dengan dr. Andreas Prasaja, Praktisi kesehatan tidur. Selasa (17/5/2016)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved