Breaking News:

Ilmuwan Singapura Kembangkan Pendeteksi RNA Virus Corona di Udara, Diklaim Lebih Efektif dari Swab

Alat yang dikembangkan ini mampu mendeteksi keberadaan virus corona di suatu tempat tanpa perlu melakukan swab

kompas.com
ilustrasi virus corona 

TRIBUNHEALTH.COM - Tim yang terdiri dari ilmuwan dan dokter dari NTU's Singapore Centre for Environmental Life Sciences Engineering (SCELSE) dan NUS' Yong Loo Lin School of Medicine telah mengembangkan alat deteksi baru virus corona.

Mereka menyebut alat tersebut bisa mendeteksi RNA SARS-CoV-2 yang ada di udara, dilansir TribunHealth.com dari CNA, Jumat (8/10/2021).

RNA SARS-CoV-2 mengacu pada kode asam nukleat untuk virus COVID-19.

Hasil studi mereka menemukan, alat ini bisa mendeteksi RNA virus corona lebih tinggi, dibanding tes usap yang dilakukan di area yang sama.

Hal itu mereka katakan dalam rilis berita pada hari tersebut.

“Kalau kita taruh di tempat yang kita anggap tidak ada pasien COVID, maka kalau ditemukan RNA virus, itu seperti melakukan swab PCR untuk 30 orang."

Baca juga: Ilmuwan Jelaskan Penyebab Covid Toe, Peradangan Jari Kaki Akibat Infeksi Virus Corona

Baca juga: Merck Klaim Obat Molnupiravir Bisa Atasi Semua Varian Virus Corona, Termasuk Delta

Ilustrasi virus corona varian delta di Indonesia
Ilustrasi virus corona varian delta di Indonesia (tribunnews.com)

"Alih-alih melakukan swab PCR untuk 30 orang Anda melakukannya hanya melalui satu filter."

"Dan kemudian Anda bisa tahu tindakan pencegahan apa yang perlu Anda ambil,” tambahnya.

Antara Februari dan Mei 2020, tim melakukan penelitian di dua bangsal rumah sakit, bangsal kohort terbuka berventilasi alami dan bangsal isolasi berventilasi mekanis.

Setelah wabah COVID-19 di asrama pekerja migran tahun lalu, pasien dipindahkan ke bangsal kohort terbuka dari ruang isolasi tunggal.

Melakukan penelitian di bangsal ini “jauh lebih dekat dengan apa yang terjadi di dunia nyata”, kata Prof Tambyah.

“Jadi ini seperti apa yang kami pikir akan terjadi, katakanlah jika keluarga orang yang terinfeksi naik pesawat, atau sekelompok orang yang tidak menunjukkan gejala masuk ke ruang konferensi untuk rapat,” kata Prof Tambyah, yang juga Presiden Perhimpunan Mikrobiologi Klinis dan Infeksi Asia Pasifik.

Baca juga: Vaksin Nusantara Diklaim Mampu Mengendalikan Mutasi Virus Corona

Baca juga: Kebiasaan Ini Picu Ibu Rumah Tangga Alami Turun Peranakan, Dokter Ungkap Tips dalam Mencegahnya

Ilustrasi virus corona.
Ilustrasi virus corona. (Freepik.com)

“Kuncinya adalah mencari tahu apakah kita bisa menemukan virus hidup di udara."

"Dan bahkan jika tidak, untuk melihat apakah perangkat ini dapat digunakan untuk mendeteksi virus di tempat umum, sehingga kita tidak perlu melakukan penguncian total atau larangan bepergian atau bahkan karantina potensial,” tambahnya.

Selain mengidentifikasi apakah ada orang yang terinfeksi di dalam ruangan atau pengaturan, perangkat ini dapat membantu membuat penilaian jika tingkat RNA SARS-CoV-2 terlalu tinggi dan menimbulkan risiko infeksi, kata Profesor Stephan Schuster, wakil direktur pusat SCELSE.

"Tentu saja yang ingin kami ciptakan adalah situasi ventilasi di mana selalu terlalu rendah bagi orang untuk berisiko."

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved