Breaking News:

BPS Inggris Sebut 1 Juta Orang Alami Long Covid, Keluhkan Kelelahan hingga Sulit Konsentrasi

BPS Inggris menyebut ratusan ribu orang melaporkan long covid telah membatasi aktivitas sehari-hari

Kompas.com
ilustrasi alami gejala long covid 

TRIBUNHEALTH.COM - Lebih dari satu juta orang yang tinggal di Inggris mengalami gejala terus-menerus setelah infeksi Covid-19, menurut temuan Kantor Statistik Nasional (ONS), setara BPS di Indonesia.

Dalam survei terbaru hingga 5 September, ONS memperkirakan 1,1 juta orang memiliki gejala Long Covid selama lebih dari empat minggu setelah infeksi mereka.

ONS mengatakan 405.000 di antaranya telah menderita masalah tersebut setidaknya selama satu tahun sejak mereka terinfeksi.

Lebih dari 830.000 orang mengatakan mereka masih memiliki gejala setidaknya 12 minggu setelah terinfeksi.

Dari jumlah tersebut, ONS menemukan 211.000 orang melaporkan long covid sangat membatasi aktivitas sehari-hari mereka.

Baca juga: Ilmuwan Jelaskan Penyebab Covid Toe, Peradangan Jari Kaki Akibat Infeksi Virus Corona

Baca juga: Penelitian Terbaru Sebut Perokok Lebih Berisiko Masuk Rumah Sakit dan Meninggal Akibat Covid-19

Ilustrasi Covid-19 - FOTO: Tenaga medis melakukan simulasi alur masuk pasien Covid-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/3/2020). Simulasi dari mulai pasien terduga Covid-19 datang ke RSHS, diperiksa di ruang Isolasi IGD, hingga dibawa ke Ruang Khusus Isolasi Kemuning tersebut, dilakukan untuk melatih kesiapan tenaga hingga sarana medis dalam menangani dan merawat pasien terduga virus corona yang masuk ke RSHS Bandung.
Ilustrasi Covid-19 - FOTO: Tenaga medis melakukan simulasi alur masuk pasien Covid-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/3/2020). Simulasi dari mulai pasien terduga Covid-19 datang ke RSHS, diperiksa di ruang Isolasi IGD, hingga dibawa ke Ruang Khusus Isolasi Kemuning tersebut, dilakukan untuk melatih kesiapan tenaga hingga sarana medis dalam menangani dan merawat pasien terduga virus corona yang masuk ke RSHS Bandung. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Lebih dari 706.000 orang mengatakan masalah itu mempengaruhi kehidupan mereka sehari-hari sampai tingkat tertentu.

ONS juga memperingatkan bahwa prevalensi gejala dalam survei terbaru menunjukkan gejala Long Covid “terutama lebih tinggi di antara orang dewasa muda berusia 17 hingga 24 tahun” dan di antara orang yang bekerja di sektor perhotelan.

Ini kemungkinan terkait dengan pelonggaran aturan penguncian dan peluncuran vaksinasi yang lebih lambat kepada kaum muda.

Data ONS didasarkan pada orang yang melaporkan diri sendiri daripada didiagnosis secara klinis dengan kondisi tertentu.

Baca juga: dr. Tan Sebut Kebiasaan Pakai Masker Tak Hanya Lindungi dari Covid, tapi Juga Penyakit Menular Lain

Baca juga: Amankah Pasien Penyakit Jantung Melakukan Vaksin Covid-19? Berikut Ulasan dr. Isman Firdaus

ILUSTRASI PERAWATAN COVID-19 --- Petugas medis memberikan penanganan epada pasien di RS Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Jumat (1/5/2020). Wisma Atlet Kemayoran telah dialihfungsikan menjadi RS Darurat Covid-19, setelah pandemi Virus Corona mendera Indonesia.
ILUSTRASI PERAWATAN COVID-19 --- Petugas medis memberikan penanganan epada pasien di RS Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Jumat (1/5/2020). Wisma Atlet Kemayoran telah dialihfungsikan menjadi RS Darurat Covid-19, setelah pandemi Virus Corona mendera Indonesia. (TRIBUNNEWS/CECEP BURDANSYAH)

Kelelahan adalah gejala yang paling umum dengan 56 persen orang memasukkannya dalam tanggapan mereka.

Ini diikuti oleh 40 persen melaporkan sesak napas dan sepertiga melaporkan kehilangan penciuman.

Sebanyak 31 persen mengatakan mereka sekarang mengalami kesulitan berkonsentrasi.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved