Breaking News:

Penelitian Terbaru Sebut Perokok Lebih Berisiko Masuk Rumah Sakit dan Meninggal Akibat Covid-19

Hasil analisis menunjukkan, dibandingkan dengan yang tidak pernah merokok, perokok saat ini memiliki risiko lebih tinggi

freepik.com
ilustrasi larangan merokok 

TRIBUNHEALTH.COM - Perokok lebih mungkin dirawat di rumah sakit atau meninggal karena Covid-19, menurut penelitian terbaru.

Para ilmuwan mengatakan ada bukti yang bertentangan tentang dampak penyakit ini pada mereka yang menggunakan tembakau dan rokok.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Juli 2020 mengklaim perokok secara signifikan lebih kecil kemungkinannya untuk didiagnosis dengan Covid dibandingkan dengan non-perokok.

Tetapi makalah itu ditarik kembali awal tahun ini setelah diketahui bahwa penulisnya memiliki hubungan dengan industri tembakau, sebagaimana dilansir TribunHealth.com dari Independent.

Baca juga: Penyebab Gigi Kuning Mulai dari Merokok hingga Konsumsi Obat, Begini Ulasan drg. Citra, MMRS

Baca juga: Pakar Sebut Malas Bergerak Lebih Berbahaya bagi Kesehatan Dibanding Merokok & Diabetes

ILUSTRASI Perokok terpapar virus corona atau Covid-19 ---- FOTO: Tenaga medis melakukan simulasi alur masuk pasien Covid-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/3/2020). Simulasi dari mulai pasien terduga Covid-19 datang ke RSHS, diperiksa di ruang Isolasi IGD, hingga dibawa ke Ruang Khusus Isolasi Kemuning tersebut, dilakukan untuk melatih kesiapan tenaga hingga sarana medis dalam menangani dan merawat pasien terduga virus corona yang masuk ke RSHS Bandung.
ILUSTRASI Perokok terpapar virus corona atau Covid-19 ---- FOTO: Tenaga medis melakukan simulasi alur masuk pasien Covid-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/3/2020). Simulasi dari mulai pasien terduga Covid-19 datang ke RSHS, diperiksa di ruang Isolasi IGD, hingga dibawa ke Ruang Khusus Isolasi Kemuning tersebut, dilakukan untuk melatih kesiapan tenaga hingga sarana medis dalam menangani dan merawat pasien terduga virus corona yang masuk ke RSHS Bandung. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Dalam penelitian baru, yang dipimpin oleh Universitas Oxford dan diterbitkan dalam jurnal pernapasan Thorax pada hari Senin (27/9/2021), para peneliti melihat informasi genetik dan data lain termasuk status merokok, tes Covid, penerimaan rumah sakit, dan sertifikat kematian.

Dari 421.469 peserta yang memenuhi syarat dalam penelitian ini, ada 1.649 infeksi yang dikonfirmasi, 968 rawat inap terkait Covid, dan 444 kematian.

Hasil analisis menunjukkan, dibandingkan dengan yang tidak pernah merokok, perokok saat ini memiliki risiko 80 persen lebih tinggi untuk dirawat di rumah sakit dengan Covid-19.

Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa kecenderungan genetik untuk merokok dikaitkan dengan risiko infeksi 45 persen lebih tinggi dan risiko 60 persen lebih tinggi masuk rumah sakit akibat Covid.

Baca juga: PPOK pada Perokok Aktif Memiliki Dampak Rasa Sesak Terus Menerus

Baca juga: Perokok Cenderung Miliki Gusi Berwarna Gelap, Begini Kata drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati

ilustrasi merokok
ilustrasi merokok (travel.kompas.com)

Para penulis menyimpulkan bahwa “hasil dari dua pendekatan analitis mendukung efek kausal mengenai merokok terhadap risiko Covid-19 yang parah”.

Dr Ashley Clift, peneliti utama dari Oxford, mengatakan: “Hasil kami sangat menyarankan bahwa merokok terkait dengan risiko Anda terkena Covid yang parah, dan seperti halnya merokok memengaruhi risiko penyakit jantung, berbagai jenis kanker, dan semua kondisi lain yang kami ketahui... tampaknya itu sama untuk Covid.

"Jadi sekarang mungkin saat yang tepat untuk berhenti merokok."

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved