Breaking News:

Varian Delta Diprediksi Jadi Gelombang Besar Terakhir, tapi Bukan Berarti Pandemi Telah Selesai

Pejabat kesehatan AS prediksi varian delta menjadi gelombang besar terakhir

WARTA KOTA/NUR ICHSAN
ILUSTRASI Pandemi Covid-19 varian delta - FOTO: Ratusan pengemudi ojol mengikuti swab test gratis yang digelar Pemerintah Provinsi Banten, di Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang, Jumat (17/7/2020). Mereka sangat antusias mengikuti acara tersebut untuk memastikan kesehatan para ojol ini bebas dari Covid-19. 

TRIBUNHEALTH.COM - Mantan Komisaris Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), Dr. Scott Gottlieb, berbicara soal varian delta.

Varian ini merupakan varian yang bertanggung jawab atas berlangsungnya gelombang kedua Covid-19 di seluruh dunia, tak terkecuali AS.

Dia menyebut, kemungkinan delta menjadi varian terakhir yang akan menyebabkan gelombang infeksi besar.

Namun, bukan berarti pandemi bisa segera selesai.

Dia menegaskan pandemi Covid-19 masih jauh dari kata selesai, dilansir TribunHealth.com dari CNN.

Baca juga: dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid: Semakin Banyak Infeksi Menyebabkan Semakin Mudah COVID-19 Bermutasi

Baca juga: Ratusan Ribu Infeksi Mirip Covid Terjadi Tiap Tahun, Penelitian Ungkap Indonesia Termasuk Rentan

Ilustrasi virus corona varian delta di Indonesia
Ilustrasi virus corona varian delta di Indonesia (tribunnews.com)

Menurutnya, pandemi akan menjadi endemi, dan ini masih bisa menimbulkan masalah.

"Saya pikir gelombang Delta ini mungkin merupakan gelombang besar terakhir dari infeksi, dengan asumsi tidak ada yang tidak terduga terjadi, (seperti mendapatkan) varian yang menembus kekebalan yang ditawarkan oleh infeksi sebelumnya (dan) dengan vaksinasi," katanya kepada CNN, kamis (23/9/2021).

"Jadi, dengan asumsi itu tidak terjadi, dan saya pikir itu tidak mungkin, ini akan menjadi gelombang besar terakhir dari infeksi, dan ini menjadi risiko endemik yang lebih persisten," katanya.

Vaksinasi dan kekebalan setelah terinfeksi membantu menopang kemungkinan ini.

Baca juga: Satgas Covid-19 Sebut Beberapa Faktor yang Menyebabkan Vaksinasi terhadap Lansia Berjalan Lambat.

Baca juga: Anak Jarang Sakit Parah Akibat Covid, Bagaimana Cara Sistem Kekebalan Mereka Melawan Sebuah Virus?

Petugas melakukan rapid test antigen terhadap warga setelah kendaraan yang mereka tumpangi dengan nomor polisi dari luar wilayah Bandung Raya keluar di Gerbang Tol Baros 1, Kota Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (16/1/2021). Pelaksanaan Random Rapid Test Antigen bagi masyarakat pengguna jalan di luar wilayah Bandung Raya menyasar 50 warga yang diberhentikan kendaraannya secara acak. Dari hasil yang didapat, sebanyak 49 warga non reaktif dan 1 yang reaktif. Warga yang reaktif dirujuk untuk melakukan swab test PCR bersama 6 orang yang semobil. Dalam kegiatan tersebut dilibatkan personel Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Subgarnizun, Subdenpom, dan Kepolisian Polres Cimahi.
Petugas melakukan rapid test antigen terhadap warga setelah kendaraan yang mereka tumpangi dengan nomor polisi dari luar wilayah Bandung Raya keluar di Gerbang Tol Baros 1, Kota Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (16/1/2021). Pelaksanaan Random Rapid Test Antigen bagi masyarakat pengguna jalan di luar wilayah Bandung Raya menyasar 50 warga yang diberhentikan kendaraannya secara acak. Dari hasil yang didapat, sebanyak 49 warga non reaktif dan 1 yang reaktif. Warga yang reaktif dirujuk untuk melakukan swab test PCR bersama 6 orang yang semobil. Dalam kegiatan tersebut dilibatkan personel Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Subgarnizun, Subdenpom, dan Kepolisian Polres Cimahi. (Tribun Jabar/Zelphi)

Namun, katanya, tingkat vaksinasi perlu "lebih tinggi jika kita ingin mencegah jenis penyebaran yang telah kita lihat musim panas lalu."

Dia menunjuk data CDC yang menunjukkan 76,7% orang dewasa telah menerima setidaknya satu dosis vaksin.

"Kami benar-benar perlu mencapai sekitar 80% hingga 85% untuk mendapatkan cukup vaksinasi pada populasi sehingga Anda mulai melihat tingkat kasus menurun dan kecepatan penyebaran mulai melambat," kata Gottlieb.

Meskipun kasus harian nasional AS turun selama lebih dari seminggu, gelombang yang dipengaruhi Delta secara keseluruhan belum selesai dan kasus masih dapat melonjak.

Baca berita lain tentang Covid dan vaksinasi di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved