Breaking News:

Tubuh Makin Kebal Covid-19 dengan Hybrid Immunity, Apa Itu?

Berdasarkan bukti terbaru, kekebalan hybrid dinilai berkali lipat lebih kuat terhadap Covid-19

Tribunnews/Herudin
ILUSTRASI Vaksinasi untuk mendapat kekebalan terhadap virus corona - Tenaga kesehatan dari TNI Angkatan Udara (AU) dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi melakukan vaksinasi Covid-19 di Mal Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/7/2021). Serbuan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan TNI AU bersama Pemerintah Kota Bekasi tersebut disambut antusias warga dan dilakukan untuk mempercepat herd immunity (kekebalan komunal) di Indonesia. 

TRIBUNHEALTH.COM - Orang yang pernah terinfeksi Covid-19 harus menununggu beberapa waktu untuk bisa melakukan vaksinasi.

Kebijakan ini diambil karena vaksin diprioritaskan untuk orang lain terlebih dulu.

Pasalnya, orang yang pernah tertular Covid-19 memiliki kekebalan alami terhadap penyakit tersebut.

Namun, kini semakin banyak bukti menunjukkan bahwa vaksinasi ditambah kekebalan alami mengarah pada perlindungan yang sangat kuat, termasuk terhadap varian virus.

Diberitakan NBC, Senin (13/9/2021) inilah yang dikenal sebagai hybrid immunity atau kekebalan hybrid, yaitu, kekebalan alami dari infeksi yang dikombinasikan dengan kekebalan yang diberikan oleh vaksin.

Kekebalan hybrid diyakini menghasilkan perlindungan yang lebih kuat daripada hanya infeksi atau vaksinasi saja.

Baca juga: Gejala dan Penyebab Pneumonia, Bakteri hingga Infeksi Virus Corona

Ilustrasi mutasi virus corona
Ilustrasi mutasi virus corona (Pixabay)

“Benar-benar ada peningkatan kekebalan yang dramatis pada orang yang sebelumnya telah terinfeksi jika mereka mendapatkan setidaknya satu dosis vaksin,” kata Shane Crotty, seorang profesor imunologi di La Jolla Institute for Immunology di California.

“Terhadap beberapa varian yang paling mengkhawatirkan, secara harfiah tingkat antibodi 100 kali lebih baik setelah vaksinasi dibandingkan sebelumnya untuk seseorang dengan kekebalan alami,” kata Crotty.

"Itu bukan perubahan kecil."

Fikadu Tafesse, asisten profesor mikrobiologi molekuler dan imunologi di Oregon Health and Science University, setuju.

Halaman
1234
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved