Breaking News:

Virus Corona Lebih Banyak Serang Anak dan Remaja di AS, Pakar Sebut Ada Kaitan dengan Perilaku

Pejabat setempat menyebut kemungkinan vaksin Pfizer bisa jadi solusi untuk masalah ini, tapi bagaimana dengan usia di bawah 16 tahun?

Surya/Ahmad Zaimul Haq
Anak-anak dan balita mengikuti rapid test dan swab test Covid-19 massal gratis yang digelar Pemkot Surabaya bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) RI, di halaman Gedung Siola, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/5/2020). Ratusan warga yang mengikuti tes Covid-19 tersebut merupakan warga yang telah ditentukan sebelumnya. Tidak hanya orang dewasa, namun juga anak kecil dan lansia turut menjadi peserta. 

TRIBUNHEALTH.COM - Amerika Serikat (AS) tengah menghadapi lonjakan kasus Covid-19 pada anak-anak dan remaja.

Utamanya, kasus yang meninggi adalah pada remaja pertengahan, usia 16-17 tahun, diberitakan CNN, Kamis (26/8/2021).

Bahkan angka infeksi pada kelompok tersebut lebih tinggi dibanding semua kelompok umur, berdasarkan hitungan CDC tentang kasus mingguan Covid-19 per 100.000 orang.

Profesor Pediatri dan Penyakit Menular, School of Medicine, Universitas Colorado, Dr. Sean O'Leary menjelaskan uraiannya mengenai hal ini.

Dia menyebut mungkin ada beberapa mekanisme biologis di balik mengapa remaja yang lebih tua tampaknya memiliki tingkat kasus Covid-19 lebih tinggi daripada anak-anak lain.

Baca juga: dr. Imelda Pingkan M.,Sp.A: Beberapa Hal yang Boleh Dilakukan Orangtua Saat Memberi Makan pada Anak

Baca juga: Risiko Peradangan Jantung Meningkat Akibat Vaksin Ini, tapi Masih Lebih Baik dari Tertular Covid-19

ILUSTRASI - Sejumlah siswa mengenakan masker dan pelindung wajah mengerjakan tugas dari sekolah saat mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Warnet Covid-19 RW 09, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (10/8/2020). Fasilitas warung internet gratis dengan menerapkan protokol kesehatan ini dihadirkan untuk membantu para siswa dalam mengikuti PJJ, sehingga para orang tua siswa tidak perlu lagi khawatir soal kuota internet.
ILUSTRASI - Sejumlah siswa mengenakan masker dan pelindung wajah mengerjakan tugas dari sekolah saat mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Warnet Covid-19 RW 09, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (10/8/2020). Fasilitas warung internet gratis dengan menerapkan protokol kesehatan ini dihadirkan untuk membantu para siswa dalam mengikuti PJJ, sehingga para orang tua siswa tidak perlu lagi khawatir soal kuota internet. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Namun dia mengatakan alasan tersebut belum begitu jelas.

"Kecurigaan saya mungkin lebih berkaitan dengan perilaku daripada biologi, dalam hal, apa yang dilakukan anak-anak itu?

"Mereka dapat menyetir sendiri, mereka nongkrong sepulang sekolah, berkumpul dengan anak-anak lain seusia mereka. Kemungkinan sering tanpa langkah-langkah mitigasi yang akan diterapkan di sekolah," kata O'Leary.

Anak-anak secara keseluruhan sekarang bahkan lebih rentan saat mereka kembali ke sekolah bulan ini.

"Kenyataan yang menyedihkan adalah bahwa kami memiliki solusi yang cukup melindungi remaja di atas enam belas tahun."

Baca juga: dr. Edward Pandu Wiriansya Jelaskan Penyebab Bercak Putih pada Paru-paru setelah Terinfeksi COVID-19

Baca juga: dr. M. Syah Abdaly, Sp.PD Sarankan Konsumsi Vitamin C, B, D, E, dan Zinc di Tengah Pandemi COVID-19

Seorang anak menyaksikan petugas kesehatan menyuntikkan vaksin kepada warga saat berlangsung vaksinasi Covid-19 massal di Lapangan Thor Kompleks Gelora Pancasila, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/7/2021). Komando Armada (Koarmada) II bersama Pemerintah Kota Surabaya melakukan vaksinasi Covid-19 sebanyak 25.000 dosis selama dua hari untuk masyarakat Kota Surabaya guna mewujudkan herd immunity atau kekebalan komunal menuju Indonesia sehat.
Seorang anak menyaksikan petugas kesehatan menyuntikkan vaksin kepada warga saat berlangsung vaksinasi Covid-19 massal di Lapangan Thor Kompleks Gelora Pancasila, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/7/2021). Komando Armada (Koarmada) II bersama Pemerintah Kota Surabaya melakukan vaksinasi Covid-19 sebanyak 25.000 dosis selama dua hari untuk masyarakat Kota Surabaya guna mewujudkan herd immunity atau kekebalan komunal menuju Indonesia sehat. (Surya/Ahmad Zaimul Haq)

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved