Breaking News:

Setelah Terpapar Virus Covid-19, Bolehkah Melakukan Vaksinasi Tahap 2? Berikut Ulasan Dokter

Dilakukannya vaksinasi Covid-19 sebagai salah satu cara pemerintah untuk menekan angka pandemi yang mengalam peningkatan setiap hari.

kompas.com
ilustrasi vaksin Covid-19 

TRIBUNHEALTH.COM - Tak perlu merasa khawatir, penyitas Covid-19 dikabarkan bisa menerima vaksin Covid-19.

Namun, penerimaannya perlu memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Salah satunya ialah telah melewati waktu selama 3 bulan setelah dinyatakan negatif Covid-19 melalui tes swab.

Penyitas Covid-19 bukan termasuk prioritas yang perlu mendapatkan vaksin.

Karena tubuhnya membangun antibodi selama terinfeksi oleh virus Covid-19.

Sebelum 3 bulan usai dikatakan sembuh, penyitas Covid-19 masih memiliki kekebalan tubuh.

ilustrasi vaksin Covid-19
ilustrasi vaksin Covid-19 (kompas.com)

Baca juga: dr. Vivi Indrayanti Bagikan Tips untuk Pria dan Wanita Agar Memiliki Kulit Wajah Sehat dan Bersih

Setelah 3 bulan, kekebalan di dalam tubuh tersebut akan menurun.

Oleh karena itu, penyitas Covid-19 disarankan untuk melakukan vaksinasi.

Vaksin diberikan dengan tujuan menstimulasi dalam pembentukan antibodi oleh tubuh.

Sehingga resiko terjadinya Covid-19 yang bergejala berat dan kemungkinan mematikan di kemudian hari bisa diperkecil.

Pada seseorang yang mengalami positif Covid-19, sebenarnya juga mendapatkan vaksinasi secara alamiah.

Apabila pernah terpapar Covid-19 tubuh akan membentuk antibodi yang membuat lebih kebal terhadap resiko Covid-19 dimasa mendatang.

Baca juga: Terlalu Banyak Menggunakan Media Sosial Bisa Turunkan Self Esteem, Cemburu pada Postingan Orang Lain

Antibodi ini bisa menurun seiring berjalannya waktu, sehingga seseorang yang pernah terpapar Covid-19 tetap perlu divaksin.

Kekebalan yang dimiliki pasti akan lebih bermanfaat imun yang diharapkan, agar tercapai tinggi dan tahan jangka panjang.

Namun, lama dari daya lindung vaksinasi tersebut tidak diketahui dan tidak pasti.

Bukan karena apa-apa, karena waktu pengamatannya masih dilakukan sampai saat ini.

Setelah sembuh dari covid-19, melakukan vaksinasi yang ke 2 dan memiliki KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi) ringan pada vaksinasi pertama.

Dengan demikian, untuk tindakan vaksinasi kedua bisa dilakukan dengan aman.

Baca juga: Psikoterapis Bagikan Tips Apa yang Perlu Dilakukan ketika Instagram Mulai Ganggu Kesehatan Mental

Tentu saja dikarenakan kadar imun sudah tinggi, maka dengan dilakukannya vaksinasi kedua justru lebih meningkatkan lagi kekebalan, dan daya lindung lebih panjang.

Seharusnya meskipun pernah terinfeksi covid-19 tidak masalah melakukan vaksinasi tahap 2, karena tidak memiliki riwayat apapun dan sekarang dalam keadaan yang sehat tentunya.

Maka sangat diperbolehkan untuk melakukan vaksinasi tahap ke 2.

Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV, bersama dengan Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari Sp. A(K)., M.TropPaed. Seorang ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisai (KIPI). Senin (13/9/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved