Breaking News:

Adakah Cara Membedakan Halitosis Patologis dan Fisiologis? Berikut Ulasan drg. Anastasia

Bau mulut dalam dunia kedoktera disebut denagn halitosis. Bau mulut termasuk kondisi yang membuat tingkat kepercayaan diri seseorang menurun.

pixabay.com
ilustrasi seseorang mengalami bau mulut 

TRIBUNHEALTH.COM - Terdapat beberapa jenis bau mmulut atau halitosis.

Secara umum, ada yang betul-betul halitosis atau disebut dengan Genuine halitosis, Pesudo halitosis dan Kulbia Halitosis.

Ketika seseorang merasa bahwa bau mulutnya sangat mengganggu, bahkan merasa seperti bau busuk dokter musti menentukan apakah itu benar-benar halistosis yang bersifat Genuine, ataukah sekedar Kulbia atau hanya bersifat Pseudo halitosis.

Pada seseorang yang merasa bau mulutnya mengganggu, tetapi sebenarnya tidak ada masalah.

Semua tergantung dengan penyebab bau mulut, dan dokter akan menentukan apakah masuk dalam golongan genuine yang betul-betul halitosis yang mengganggu ataukah hanya psikologis.

ilustrasi seseorang mengalami bau mulut
ilustrasi seseorang mengalami bau mulut (pixabay.com)

Baca juga: Terbukti Efektif pada Orang Dewasa, Mengapa Vaksin Tak Langsung Digunakan pada Anak?

Genuine halitosis ada yang bersifat fisiologis dan patologis.

Pseudo halitosis biasanya bagi pasien yang sudah dirawat dan tidak ada masalah tetapi merasa bau mulut yang mengganggu.

Pada halitosis yang bersifat fisiologis terjadi pada saat kita bangun tidur, dimana aroma mulut berbeda dengan kondisi seharian.

Hal tersebut termasuk normal dan penyebabnya adalah karena mulut kering (Xerostomia), mulut tertutup lama dalam keadaan tidur sehingga bakteri unaerob berkembang selama kita tidur.

Termasuk misalkan pada seseorang yang belum membersihkan lidah.

Apabila faktor yang sifatnya sementara tersebut dihilangkan, langsung akan pulih.

Baca juga: dr. Reisa Broto Asmoro Imbau Seluruh Masyarakat Segera Melakukan Vaksinasi Covid-19

Menghilangkan bau mulut yang bersifat sementara dengan cara berkumur, sikat gigi, dan membersihkan lidah.

Tetapi pada bau mulut yang bersifat patologis harus dipulihkan.

Patologis artinya ada gangguan yang menjadi pemicu halitosis.

Pada penyebab patologis terbagi atas dari rongga mulut dan penyakit sistemik.

Seperti pada penderita diabetes, biasanya berbau aseton.

Bagi yang memiliki gangguan pada ginjal beraroma seperti ikan yang membusuk.

Gangguan pada paru-paru atau gangguan pada nasofaring (saluran pernafasan, tenggorokan, paru-paru, hidung) dan semua area nasofaring juga berpengaruh.

Baca juga: Resiko-resiko yang Terjadi Akibat Periodontitis, Salah Satunya Penanggalan Gigi

Bagi mereka yang memiliki gangguan pada liver akan mengalami bau mulut tertentu.

Gangguan pada pencernaan juga bisa menyebabkan bau mulut yang tidak sedap.

Halaman
12
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved