Breaking News:

Terbukti Efektif pada Orang Dewasa, Mengapa Vaksin Tak Langsung Digunakan pada Anak?

Pakar menyebut, vaksinasi tak bisa langsung dilakukan pada anak karena hal berikut

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ILUSTRASI VAKSIN COVID-19 - Petugas dari Dinas Kesehatan Kota Bandung melakukan layanan penyuntikan Vaksin Sinovac dosis pertama kepada pelayan publik pada pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua di Hotel El Royale, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/3/2021). Pada kegiatan ini, sebanyak 1.100 petugas pelayan publik menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama, yang terdiri dari berbagai unsur seperti Satpol PP, PD Kebersihan, Organda, Dishub, Diskar PB, Cagar Budaya, PDAM, pekerja pariwisata, dan dosen perguruan tinggi. Penyuntikan vaksin ini terus dilakukan untuk mengejar target vaksinasi Covid-19 tahap kedua tuntas pada Mei 2021. 

TRIBUNHEALTH.COM - Uji coba suatu vaksin biasanya dimulai dari orang dewasa, tak terkecuali vaksin Covid-19.

“Biasanya, setiap kandidat vaksin, bahkan untuk kondisi lain, akan dievaluasi terlebih dahulu pada pasien dewasa dan kemudian pada usia yang semakin muda,” jelas Dr. Kari Simonsen, yang memimpin uji coba vaksin Pfizer di Children's Hospital & Medical Center di Omaha.

Namun, hasil uji coba tak serta merta bisa disamakan pada anak-anak.

"Kami tidak dapat membuat asumsi tentang keamanan atau tolerabilitas obat-obatan pada anak-anak sama dengan orang dewasa," katanya, dikutip TribunHeath, dari CNN, Kamis (2/9/2021).

Karena inilah, proses uji coba vaksin pada anak memerlukan waktu yang lebih lama.

Baca juga: dr. Reisa Broto Asmoro Imbau Seluruh Masyarakat Segera Melakukan Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Pakar Jelaskan Mengapa Vaksin Covid-19 untuk Anak Belum Tersedia hingga Sekarang

Tenaga kesehatan dari TNI Angkatan Udara (AU) dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi melakukan vaksinasi Covid-19 di Mal Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/7/2021). Serbuan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan TNI AU bersama Pemerintah Kota Bekasi tersebut disambut antusias warga dan dilakukan untuk mempercepat herd immunity (kekebalan komunal) di Indonesia.
Tenaga kesehatan dari TNI Angkatan Udara (AU) dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi melakukan vaksinasi Covid-19 di Mal Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/7/2021). Serbuan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan TNI AU bersama Pemerintah Kota Bekasi tersebut disambut antusias warga dan dilakukan untuk mempercepat herd immunity (kekebalan komunal) di Indonesia. (Tribunnews/Herudin)

Dokter di Rumah Sakit Anak Texas, Dr. James Versalovic mengatakan hal ini memiliki kaitan dengan biologis anak.

"Seperti yang sering kita katakan di pediatri: Anak-anak bukanlah orang dewasa kecil. Anak-anak adalah anak-anak," kata Versalovic.

"Tubuh mereka berkembang dan akan bereaksi secara berbeda, dan kita perlu memperlakukan mereka secara berbeda."

Terkait dosis vaksin, kini juga tengah dalam pengembangan.

"Pada umumnya anak-anak kami memiliki sistem kekebalan yang sangat aktif dan responsif, jadi kami menduga bahwa dosis vaksin yang lebih kecil akan memicu respons yang memadai pada seorang anak untuk berhasil melawan infeksi," kata Chapman.

Seperti halnya pengujian vaksin apa pun, itu harus melalui uji coba tiga fase sebelum FDA dapat mengizinkannya.

Baca juga: Jepang Tunda Vaksinasi dengan Moderna setelah Temukan Partikel Hitam dalam Botol Vaksin

Baca juga: Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes RI Jelaskan 3 Pertimbangan dalam Pendistribusian Vaksin

Ilustrasi Vaksinasi - Petugas medis menunjukkan botol vaksin Covid-19 Pfizer di Gedung Judo, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (23/8/2021).
Ilustrasi Vaksinasi - Petugas medis menunjukkan botol vaksin Covid-19 Pfizer di Gedung Judo, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (23/8/2021). (Tribunnews/Jeprima)

FDA merupakan lembaga pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (AS).

Tes fase pertama untuk melihat apakah vaksin tersebut aman pada sekitar 20 hingga 100 anak sehat.

Karena ini adalah uji coba yang dipercepat, para ilmuwan telah menggabungkan fase 2 dan 3 dari uji coba sehingga mereka dapat melakukan lebih banyak langkah secara paralel, kata Versalovic.

Dalam fase ini, para ilmuwan memantau keamanan dan menguji untuk melihat apakah sistem kekebalan anak-anak merespons vaksin.

Pada tahap ini, ilmuwan merekrut ratusan bahkan ribuan anak.

Beberapa mendapatkan vaksin, beberapa mendapatkan plasebo dan hasilnya dibandingkan.

Hanya setelah langkah-langkah ini selesai, perusahaan dapat meminta otorisasi atau persetujuan FDA.

Baca berita lain tentang Covid-19 dan vaksinasi di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

 
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved