Breaking News:

Jepang Tunda Vaksinasi dengan Moderna setelah Temukan Partikel Hitam dalam Botol Vaksin

Beberapa pihak terkait tengah melakukan penyelidikan terkait temuan dalam kasus ini

kompas.com
Ilustrasi vaksin Moderna 

TRIBUNHEALTH.COM - Jepang telah menangguhkan sejumlah vaksin Covid-19 Moderna setelah zat asing ditemukan dalam botol.

Seorang apoteker melihat beberapa partikel hitam dalam satu botol vaksin di Prefektur Kanagawa, menurut pihak berwenang.

Sekitar 3.790 orang telah menerima suntikan dalam batch tersebut, sementara batch sisanya langsung ditunda.

Ini terjadi kurang dari seminggu setelah Jepang menangguhkan penggunaan sekitar 1,63 juta dosis Moderna karena kontaminasi.

Distributor domestik telah mengumpulkan botol yang diduga terkontaminasi, sebagaimana dilaporkan BBC, Rabu (1/9/2021).

Baca juga: Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes RI Jelaskan 3 Pertimbangan dalam Pendistribusian Vaksin

Baca juga: Dr. Leana Wen Benarkan Orang yang Divaksin Tetap Bisa Tertular Covid-19, tapi Sudah Boleh Aktivitas

ILUSTRASI - Tenaga kesehatan dari TNI Angkatan Udara (AU) dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi melakukan vaksinasi Covid-19 di Mal Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/7/2021). Serbuan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan TNI AU bersama Pemerintah Kota Bekasi tersebut disambut antusias warga dan dilakukan untuk mempercepat herd immunity (kekebalan komunal) di Indonesia.
ILUSTRASI - Tenaga kesehatan dari TNI Angkatan Udara (AU) dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi melakukan vaksinasi Covid-19 di Mal Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/7/2021). Serbuan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan TNI AU bersama Pemerintah Kota Bekasi tersebut disambut antusias warga dan dilakukan untuk mempercepat herd immunity (kekebalan komunal) di Indonesia. (Tribunnews/Herudin)

Laporan media lokal mengatakan sejauh ini tidak ada bukti bahaya kesehatan yang disebabkan oleh vaksin yang berpotensi terkontaminasi.

Takeda Pharmaceutical, yang menjual dan mendistribusikan vaksin di Jepang, minggu lalu baru saja menunda tiga batch vaksin setelah "bahan asing" ditemukan dalam beberapa dosis batch sekitar 560.000 botol.

Perusahaan farmasi Spanyol Rovi, yang membotolkan vaksin, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa jalur manufaktur di Spanyol dapat menjadi penyebab masalah tersebut.

Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan.

Baca juga: Risiko Peradangan Jantung Meningkat Akibat Vaksin Ini, tapi Masih Lebih Baik dari Tertular Covid-19

Baca juga: Viral Load Covid-19 pada Orang yang Telah Divaksin Sama dengan Orang yang Tak Divaksin, Apa Artinya?

ILUSTRASI - Petugas dari Dinas Kesehatan Kota Bandung melakukan layanan penyuntikan Vaksin Sinovac dosis pertama kepada pelayan publik pada pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua di Hotel El Royale, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/3/2021). Pada kegiatan ini, sebanyak 1.100 petugas pelayan publik menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama, yang terdiri dari berbagai unsur seperti Satpol PP, PD Kebersihan, Organda, Dishub, Diskar PB, Cagar Budaya, PDAM, pekerja pariwisata, dan dosen perguruan tinggi. Penyuntikan vaksin ini terus dilakukan untuk mengejar target vaksinasi Covid-19 tahap kedua tuntas pada Mei 2021.
ILUSTRASI - Petugas dari Dinas Kesehatan Kota Bandung melakukan layanan penyuntikan Vaksin Sinovac dosis pertama kepada pelayan publik pada pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua di Hotel El Royale, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/3/2021). Pada kegiatan ini, sebanyak 1.100 petugas pelayan publik menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama, yang terdiri dari berbagai unsur seperti Satpol PP, PD Kebersihan, Organda, Dishub, Diskar PB, Cagar Budaya, PDAM, pekerja pariwisata, dan dosen perguruan tinggi. Penyuntikan vaksin ini terus dilakukan untuk mengejar target vaksinasi Covid-19 tahap kedua tuntas pada Mei 2021. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Pada hari Selasa, menteri kesehatan Jepang mengatakan benda asing yang ditemukan dalam vaksin di prefektur selatan Okinawa disebabkan oleh jarum yang salah dimasukkan ke dalam botol.

Kini Jepang sedang berjuang melawan lonjakan kasus Covid saat menjadi tuan rumah Paralimpiade.

Peluncuran vaksinasinya relatif lambat, dengan lebih dari 40% orang Jepang telah divaksinasi penuh dan sekitar 50% telah menerima satu dosis.

Baca berita lain tentang Covid-19 dan vaksinasi di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved