Breaking News:

Pakar Jelaskan Mengapa Vaksin Covid-19 untuk Anak Belum Tersedia hingga Sekarang

Anak-anak di bawah usia 12 tahun kini dianggap berisiko tertular Covid-19 karena tak menjadi prioritas vaksin

Surya/Ahmad Zaimul Haq
ILUSTRASI - Anak-anak dan balita mengikuti rapid test dan swab test Covid-19 massal gratis yang digelar Pemkot Surabaya bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) RI, di halaman Gedung Siola, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/5/2020). Ratusan warga yang mengikuti tes Covid-19 tersebut merupakan warga yang telah ditentukan sebelumnya. Tidak hanya orang dewasa, namun juga anak kecil dan lansia turut menjadi peserta. 

TRIBUNHEALTH.COM - Ratusan juta orang di seluruh penjuru dunia telah divaksinasi Covid-19.

Ini menunjukkan vaksin Covid-19 aman dan efektif.

Namun, hasil tersebut tak menggantikan penelitian terhadap anak-anak.

Proses inilah yang menyebabkan hingga kini belum tersedia vaksin untuk anak-anak.

"Meskipun kami ingin melanjutkan dan mulai memvaksinasi anak-anak kami sekarang, sangat penting bagi kami untuk mengambil waktu ini untuk memastikan bahwa ilmu pengetahuan itu ketat," kata Wakil Presiden dan Kepala Petugas Medis di Children's Minnesota, Dr. Emily Chapman, diberitakan CNN, Kamis (2/9/2021).

Untuk vaksin Covid-19 versi anak-anak, para ilmuwan menggunakan hasil dari uji coba dewasa dan uji coba pediatrik penuh.

Data penelitian terhadap orang dewasa turut mempercepat prosesnya.

Baca juga: Kemenkes: 140 Juta Dosis Vaksin Didistribusikan ke Daerah, Target Penyuntikan 2 Juta Dosis per Hari

Baca juga: Kemenkes: 140 Juta Dosis Vaksin Didistribusikan ke Daerah, Target Penyuntikan 2 Juta Dosis per Hari

Ilustrasi Vaksin - Bukti vaksin menjadi salah satu syarat yang harus dimiliki oleh seluruh masyarakat, maka simak penjelasan tentang vaksinasi berikut ini.
Ilustrasi Vaksin - Bukti vaksin menjadi salah satu syarat yang harus dimiliki oleh seluruh masyarakat, maka simak penjelasan tentang vaksinasi berikut ini. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Untuk anak berusia 12 tahun, Stanley Perlman menjelaskan, perusahaan tidak perlu mendaftarkan 30.000 orang yang dibutuhkan untuk uji coba dewasa, karena bisa melakukan apa yang disebut "immunobridging."

Perlman sendiri merupakan bagian dari Komite Penasihat Vaksin dan Produk Biologi Terkait FDA dan juga seorang dokter anak dan profesor mikrobiologi dan imunologi di University of Iowa Health Care.

Data menunjukkan bahwa untuk kelompok usia 12 tahun, respon imun setara dengan orang dewasa.

Baca juga: Dr. Leana Wen Benarkan Orang yang Divaksin Tetap Bisa Tertular Covid-19, tapi Sudah Boleh Aktivitas

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved