Breaking News:

Bicara Cadel pada Anak bisa Sebabkan Anak Speech Delay, Ini Kata dr. Roro Rukmi Windi Perdani, Sp.A

Berikut ini simak penjelasan dr. Roro Rukmi Windi Perdani, Sp.A mengenai gaya bahasa cadel pada orangtua bisa berpotensi sebabkan anak speech delay.

batam.tribunnews.com
Ilustrasi interaksi ibu dan anak-simak penjelasan dr. Roro Rukmi Windi Perdani, Sp.A tentang gaya bahasa cadel yang diterapkan orangtua pada anak bisa berpotensi sebabkan anak speech delay. 

TRIBUNHEALTH.COM - Berkomunikasi dengan anak memang sangat penting untuk menstimulus kemampuan belajar pada anak.

Dengan begitu, anak diharapkan akan terbiasa mengucapkan kata yang dipelajarinya.

Meski demikian, orangtua juga perlu mengajarkan anak melalui komunikasi dengan benar. Tanpa perlu menggunakan bahasa bayi atau gaya cadel pada anak.

Baca juga: dr. Tiara Kirana Sebut Pemeriksaan Sperma Tak Bisa Dilakukan dengan Mata Telanjang, Harus di Lab

Pasalnya, bila orangtua memberikan stimulus bahasa yang kurang tepat pada anak, maka bisa memicu anak mengalami keterlambatan bicara atau speech delay.

ilustrasi keterlambatan bicara pada anak
ilustrasi keterlambatan bicara pada anak (Kompas.com)

Baca juga: Benarkah Anak Cepat Jalan Cenderung Lambat Bicara? Ini Kata dr. Roro Rukmi Windi Perdani, Sp.A

Hal tersebut diungkapkan oleh dr. Roro Rukmi Windi Perdani, Sp.A.

"Jadi walaupun anak kita belum bisa ngomong dengan benar, seperti mengistilahkan kata minum dengan 'num'."

"Maka orangtua tetap harus mengajarkan mengatakan 'minum', memberitahu kata benarnya bahwa 'num' maksudnya minum," ungkapnya dilansir TribunHealth.com dari tayangan YouTube Tribun Lampung News Video.

Baca juga: Ketika Dua Mata Terserang Katarak, NHS Sebut Bisa Dilakukan Operasi Sekaligus Selama Penuhi Syarat

Ia menambahkan, bila orangtua memberikan pengertian kepada anak, diharapkan anak akan bisa segera meniru kata-kata dari orangtua tersebut.

ilustrasi peran orangtua saat masa golden age anak
ilustrasi peran orangtua saat masa golden age anak (kompas.com)

Berbanding terbalik, bila orangtua tidak mengartikan bahasa anak dengan baik, maka anak akan menganggap bahwa bahasa yang ia gunakan sudah tepat.

Kemudian, ia pun menghimbau kepada para orangtua untuk tidak menggunakan bahasa bayi atau gaya cadel saat berbicara pada anak.

"Jadi orangtua kalau bicara dengan anak, nggak boleh diacadel-cadelin," sambungnya.

Baca juga: Cerebral Palsy, Kondisi Seumur Hidup yang Disebabkan Kerusakan Otak saat Masih Bayi atau Janin

Baca juga: Ketahui, dr. Fahrulsyah Farid, Sp.BS. M.Kes Jelaskan Hubungan Hipertensi dengan Penyakit Stroke

Penjelasan dr. Roro Rukmi Windi Perdani, Sp.A dikutip dari tayangan YouTube Tribun Lampung News Video, Rabu (21/4/2021).

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved