Breaking News:

Cerebral Palsy, Kondisi Seumur Hidup yang Disebabkan Kerusakan Otak saat Masih Bayi atau Janin

NHS sebut penyebab cerebral palsy adalah kerusakan otak ketika dalam kandungan, atau rusak selama atau segera setelah lahir

Warta Kota/Henry Lopulala
ILUSTRASI - FOTO: Relawan saat kampanye Peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia di area Hari Bebas Kendaraan Bermotor , Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (8/10). Peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia yang jatuh pada tanggal 6 Oktober tersebut dimanfaatkan untuk mensosialisasikan dan menggalang kepedulian bagi penyandang Cerebral Palsy. 

TRIBUNHEALTH.COM - Cerebral palsy merupakan sebuah kondisi yang mempengaruhi gerakan dan koordinasi tubuh selama seumur hidup.

Cerebral palsy disebabkan masalah perkembangan otak sebelum, selama, atau segera setelah lahir.

Gejala kondisi ini biasanya tak terlihat langsung setelah bayi lahir.

Gejala baru muncul selama 2 atau 3 tahun pertama kehidupan seorang anak.

Baca juga: Permasalahan Gigi pada Anak Diakibatkan Cara Mengonsumsi Menggunakan Botol Susu

Baca juga: Meski Bayi Positif Covid-19, dr. S.T. Andreas Tegaskan Ibu Tetap Boleh Berikan ASI Secara Langsung

ilustrasi bayi sehat
ilustrasi bayi sehat (Kompas.com)

Diberitakan TribunHealth.com dari laman resmi National Health Service (NHS), beberapa gejala Cerebral Palsy antara lain:

  • Keterlambatan dalam mencapai tonggak perkembangan – misalnya, belum bisa duduk pada usia 8 bulan atau tidak berjalan pada usia 18 bulan
  • Tampak terlalu kaku
  • Tangan atau kaki lemah
  • Gerakan gelisah, tersentak-sentak atau kikuk
  • Gerakan acak dan tidak terkendali
  • Berjalan berjinjit
  • Berbagai masalah lain – seperti kesulitan menelan, masalah berbicara, masalah penglihatan dan ketidakmampuan belajar
  • Tingkat keparahan gejala dapat bervariasi.
  • Beberapa hanya menunjukkan gejala kecil, sementara yang lain mungkin bisa lebih serius.

Penyebab

ILUSTRASI - FOTO: Relawan saat kampanye Peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia di area Hari Bebas Kendaraan Bermotor , Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (8/10). Peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia yang jatuh pada tanggal 6 Oktober tersebut dimanfaatkan untuk mensosialisasikan dan menggalang kepedulian bagi penyandang Cerebral Palsy.
ILUSTRASI - FOTO: Relawan saat kampanye Peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia di area Hari Bebas Kendaraan Bermotor , Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (8/10). Peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia yang jatuh pada tanggal 6 Oktober tersebut dimanfaatkan untuk mensosialisasikan dan menggalang kepedulian bagi penyandang Cerebral Palsy. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Baca juga: Seberapa Sering Popok Bayi Harus Diganti? NHS Sebut Kebutuhan Bisa Berbeda-beda

Baca juga: Dok, Apa yang Dapat Dilakukan Ibu Hamil Agar Bayi Tidak Sungsang saat Persalinan?

Cerebral palsy dapat terjadi jika otak bayi tidak berkembang secara normal saat mereka dalam kandungan, atau rusak selama atau segera setelah lahir.

Beberapa hal yang bisa memicu kerusakan tersebut antara lain sebagai berikut.

  • Pendarahan di otak bayi atau berkurangnya suplai darah dan oksigen ke otak mereka
  • Infeksi yang didapat oleh ibu selama kehamilan
  • Otak sementara tidak mendapatkan cukup oksigen (sesak napas) selama kelahiran
  • Meningitis
  • Cedera kepala serius
  • Dalam banyak kasus, penyebab pastinya tidak diketahui jelas.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved