Breaking News:

Pahami 2 Macam Faktor Risiko Kanker Payudara,Dokter: Faktor yang Dapat Diubah dan Tidak Dapat Diubah

Usia lanjut lebih besar kemungkinan terkena kanker terutama kanker payudari. Usia menstruasi pertama kali terjadi berpengaruh terjadinya kanker.

kompas.com
Ilustrasi melakukan pemeriksaan kanker payudara 

TRIBUNHEALTH.COM - Informasi dari tenaga kesehatan merupakan hak setiap pasien untuk mengetahui terkait penyakit yang dideritanya.

Kanker payudara merupakan kanker tertinggi nomer 1 bagi wanita di Indonesia.

Kondisi setiap pasien tentunya berbeda-beda.

Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Hematologi Onkologi Medik, Prof. Aru Wisaksono, Sp.PD-KHOM dalam tayangan YouTube KOMPASTV program BINCANG KITA.

Inilah mengapa pentingnya diagnosa pasti dari dokter.

Baca juga: Selama Pandemi Kita Dituntut Cerdas Dalam Pemilihan Makanan yang Bergizi, Begini Tips Ahli Gizi

Saat pertama kali terdiagnosa kanker, tentunya pasien akan memiliki beban psikologis yang sangat berat.

Tahapan diagnosa maupun pengobatan tentunya akan melalui beberapa proses.

Dalam tahapan ini sangat diperlukan penjelasan dari dokter.

Ilustrasi penderita kanker payudara
Ilustrasi penderita kanker payudara (TribunBali.com)

Dokter berperan penting sebagai mitra pasien.

Hal ini agar komunikasi dapat berjalan dengan baik.

2 dari 4 halaman

Maka dari itu hubungan dokter dengan pasien sangat penting.

Komunikasi yang baik harus dibina sejak awal antara dokter dan pasien.

Prof. Aru mengimbau kepada seluruh dokter untuk selalu mau dan sabar menjawab segala pertanyaan dari pasien.

Disaat kondisi psikologis yang turun, tentunya pasien memerlukan dukungan dari keluarga.

Pendamping diperlukan dalam memberikan dampingan secara psikologis maupun informasi yang tepat sesuai penatalaksanaan kanker.

Sekitar 90% kanker berasal dari lingkungan, gaya hidup, dan kebiasaan.

Hanya sekitar 10% hingga 15% yang diturunkan langsung melalui gen secara genetik.

Menurut Prof. Aru ada 2 macam faktor risiko kanker payudara.

Baca juga: Menjaga Daya Tahan Tubuh Agar Tetap Bisa Beraktivitas saat Pandemi, Ahli Gizi: Meningkatkan Protein

Faktor risiko yang tidak dapat diubah, misalnya bahwa pasien tersebut wanita.

Kedua adalah usia.

3 dari 4 halaman

Usia lanjut lebih besar kemungkinan terkena kanker terutama kanker payudari.

Usia pada saat menstruasi pertama kali terjadi juga memengaruhi.

Apabila terjadi di usia yang lebih muda, memiliki lebih besar kemungkinan.

Hal lain yang tidak bisa diubah lagi adalah payudara yang padat.

Masih ada beberapa lagi, namun intinya adalah hal-hal secara ilmiah menjadi bagian dari kehidupan kita tidak bisa diubah.

Kemudian selanjutnya adalah faktor yang bisa diubah.

Kita ketahui bahwa 90% dari faktor lingkungan, maka 30% adalah terkait merokok.

Ilustrasi penderita kanker payudara
Ilustrasi penderita kanker payudara (Tribunjogja.com)

Sedangkan 35% adalah makanan yang baik dan seimbang.

Kemudian 30% lagi yaitu menjaga berat badan ideal dan olahraga.

Kita juga bisa mengubah gaya hidup.

4 dari 4 halaman

Dimana tidak boleh merokok.

Apabila merokok segera hentikan.

Selain itu, perlunya hati-hati dalam penggunaan hormon.

Baca juga: Apakah Ada Tindakan Medis Agar Memiliki Janin Kembar, Dok?

Kadangkala seseorang mendapatkan hormon untuk mengatasi keluhan-keluhan menopause.

Hal ini bisa diubah dengan tidak memasukkan hormon ke dalam tubuhnya.

Beberapa faktor yang bisa diubah itulah yang sebetulnya akan menurunkan kejadian angka kejadian kanker payudara.

Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Hematologi Onkologi Medik, Prof. Aru Wisaksono, Sp.PD-KHOM dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program BINCANG KITA edisi 30 Oktober 2020.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved