Breaking News:

Dokter Jelaskan Mengapa Kasus Positif Covid-19 Tetap Tinggi meski Telah Dilakukan Vaksinasi

Salah satu poin yang disorot dr. Tan Shot Yen adalah paparan virus corona yang sudah terlalu besar

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ilustrasi Vaksin - Bukti vaksin menjadi salah satu syarat yang harus dimiliki oleh seluruh masyarakat, maka simak penjelasan tentang vaksinasi berikut ini. 

TRIBUNHEALTH.COM - Pemerintah telah menggenjot program vaksinasi untuk menciptakan herd immunity di tanah air.

Namun isu mengenai vaksinasi sering kali diliputi hoaks dan kabar yang tak bisa dipertanggungjawabkan.

Satu di antaranya adalah tidak percayanya beberapa kelompok terhadap vaksinasi.

Mereka beranggapan vaksinasi tidak efektif karena kasus justru semakin bertambah seiring dengan banyaknya orang yang disuntik vaksin.

Terkait hal ini, dokter, filsuf, dan ahli gizi komunitas, dr. Tan Shot Yen angkat bicara.

Ada beberapa pon yang disampaikan oleh dr. Tan Shot Yen dalam acara Malam Minggu Sehat Tribunnews, edisi Sabtu (17/7/2021).

Baca juga: Hasil Penelitian Terbaru: Vaksin Campuran Efektif Bentuk Antibodi terhadap Covid-19

Baca juga: Indonesia Kedatangan Vaksin COVID-19 Tahap 28, Masyarakat Diharapkan Tidak Ragu Melakukan Vaksinasi

Sebanyak 17 tenaga medis yang terdiri dari 5 tenaga medis dari Puskemas Gambir dan 12 tenaga medis dari Dinas Kesehatan menerima vaksin Covid-19 Sinovac di Puskesmas Gambir, Cideng, Jakarta Pusat , Kamis (14/1/2021). Mereka yang dapat divaksin Covid-19 adalah kelompok umur 18-59 tahun. Dan Yang tak boleh disuntuk Vaksin Covid-19 mereka yang masih berusia dibawah 18 tahun, Ibu hamil dan menyusui, mengalami gejala ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) seperti batuk, pilek, sesak napas dalam 7 hari terakhir, pernah terpapar dan dalam pasien Covid-19 yang dalam perawatan.
Sebanyak 17 tenaga medis yang terdiri dari 5 tenaga medis dari Puskemas Gambir dan 12 tenaga medis dari Dinas Kesehatan menerima vaksin Covid-19 Sinovac di Puskesmas Gambir, Cideng, Jakarta Pusat , Kamis (14/1/2021). Mereka yang dapat divaksin Covid-19 adalah kelompok umur 18-59 tahun. Dan Yang tak boleh disuntuk Vaksin Covid-19 mereka yang masih berusia dibawah 18 tahun, Ibu hamil dan menyusui, mengalami gejala ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) seperti batuk, pilek, sesak napas dalam 7 hari terakhir, pernah terpapar dan dalam pasien Covid-19 yang dalam perawatan. (Wartakota/Henry)

Pertama, vaksinasi tidak serta merta langsung membuat orang kebal Covid-19.

"Vaksinasi tidak otomatis langsung membuat anda imun," paparnya, dikutip TribunHealth.com.

Dia menjelaskan vaksinasi dibutuhkan untuk memicu tubuh memproduksi antibodi.

Akan tetapi dalam kasus saat ini, tubuh belum bisa membentuk antibodi tapi sudah terpapar virus.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved