Breaking News:

Hasil Penelitian Terbaru: Vaksin 'Campuran' Efektif Bentuk Antibodi terhadap Covid-19

Dua vaksin dengan jenis yang berbeda tetap efektif untuk memberi perlindungan dari Covid-19

Wartakota/Henry
Sebanyak 17 tenaga medis yang terdiri dari 5 tenaga medis dari Puskemas Gambir dan 12 tenaga medis dari Dinas Kesehatan menerima vaksin Covid-19 Sinovac di Puskesmas Gambir, Cideng, Jakarta Pusat , Kamis (14/1/2021). Mereka yang dapat divaksin Covid-19 adalah kelompok umur 18-59 tahun. Dan Yang tak boleh disuntuk Vaksin Covid-19 mereka yang masih berusia dibawah 18 tahun, Ibu hamil dan menyusui, mengalami gejala ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) seperti batuk, pilek, sesak napas dalam 7 hari terakhir, pernah terpapar dan dalam pasien Covid-19 yang dalam perawatan. 

TRIBUNHEALTH.COM - Hasil penelitian tunjukkan 'vaksin campuran' efektif membentuk antibodi.

Uji Com-Cov melihat kemanjuran dari dua dosis Pfizer, dua dari AstraZeneca, atau salah satunya diikuti oleh yang lain.

Semua kombinasi bekerja dengan baik, memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Para ahli melihat, hasil ini dapat menawarkan fleksibilitas terkait pemberian vaksin, sebagaimana diberitakan TribunHealth.com dari BBC.

Hasil uji coba juga mengisyaratkan bahwa orang yang telah menerima dua dosis vaksin AstraZeneca dapat memiliki respons kekebalan yang lebih kuat jika mereka diberi suntikan yang berbeda sebagai penguat.

Wakil kepala petugas medis Inggris, Prof Jonathan Van-Tam, mengatakan tidak ada alasan untuk mengubah jadwal vaksin dengan dosus yang sama.

Baca juga: Indonesia Kedatangan Vaksin COVID-19 Tahap 28, Masyarakat Diharapkan Tidak Ragu Melakukan Vaksinasi

Baca juga: 4 Program Gerakan Indonesia Pasti Bisa yang Didukung Menkes, dari Vaksinasi hingga Program Sembako

ilustrasi vaksin sinovac
ilustrasi vaksin sinovac (kompas.com)

Tetapi dia mengatakan itu mungkin perlu untuk bekal di masa depan.

"Pencampuran dosis dapat memberi kami fleksibilitas yang lebih besar untuk program booster, sementara juga mendukung negara-negara yang harus melanjutkan peluncuran vaksin mereka, dan yang mungkin mengalami kesulitan pasokan," jelasnya.

Beberapa negara sudah menggunakan dosis campuran.

Spanyol dan Jerman menawarkan vaksin mRNA Pfizer atau Moderna sebagai dosis kedua kepada orang yang lebih muda yang telah menerima dosis pertama vaksin AstraZeneca.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved