Breaking News:

Ibu Hamil Perlu Tahu, Dokter Kandungan Sebut Hiperemesis Gravidarum Dapat Menyebabkan Keguguran

Kondisi lain yang menyebabkan ibu hamil rentan mengalami hiperemesis gravidarum adalah saat mengandung janin yang kembar.

m.tribunnews.com
Ilustrasi ibu hamil mengalami gejala hiperemesis gravidarum 

TRIBUNHEALTH.COM - Ibu hamil seringkali mengeluh mengalami hiperemesis gravidarum.

Hiperemesis gravidarum paling sering terjadi pada trimester 1 dan 2.

Dokter kandungan biasa menyebut dibawah kehamilan 16 minggu sampai 20 minggu atau dibawah kehamilan 4 bulan.

Kondisi ini terjadi dikarenakan plasenta belum terbentuk.

Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Dokter Kandungan, dr. Sigit Setiaji, Sp.OG., M.Kes., M.H. dalam tayangan YouTube Tribunnews.com program Healthy Talk edisi 03 Juli 2021 terkait keguguran yang dapat terjadi pada ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum.

Baca juga: Wajah Tampak Kempot karena Gigi Patah, Apa Bisa Kembali Normal jika Pasang Gigi Palsu Dok?

Baca juga: Lebih Mudah Menyebar, Virus Corona Varian Delta Diprediksi Dominasi Kasus di Eropa pada Agustus 2021

Sehingga pada saat plasenta belum terbentuk, hormon HCG masih tinggi.

Namun jika plasenta sudah terbentuk di 16 minggu, hormon HCG sudah mulai menurun.

Mual dan muntah tentunya akan semakin berkurang.

Ilustrasi ibu hamil mengalami hiperemesis gravidarum
Ilustrasi ibu hamil mengalami hiperemesis gravidarum (manado.tribunnews.com)

Dokter sebut jika kurang dari 4 bulan biasanya akan terus menerus terjadi hiperemesis gravidarum.

Ibu hamil rentan mengalami hiperemesis gravidarum pada kehamilan pertama.

Dimana ibu hamil masih mengalami stres akan kehamilan pertamanya.

Ada keluhan sedikit menjadi mual dan muntah.

Kondisi lain yang menyebabkan ibu hamil rentan mengalami hiperemesis gravidarum adalah saat mengandung janin yang kembar.

Pada kehamilan kembar, hormon HCG juga akan lebih meningkat.

Selain itu, kondisi dengan penyakit tertentu juga dapat menyebabkan hiperemesis gravidarum.

Seperti hipertensi, kencing manis, atau pada pasien-pasien dengan kehamilan anggur atau Mola hydatidosa.

Baca juga: Meski Hanya Satu Dosis, Vaksin Johnson & Johnson Masih Efektif Tangkal Virus Corona Varian Delta

Baca juga: Gusi Berdarah saat Pertama Kali Lakukan Dental Floss, Lebih Baik Diteruskan atau Dihentikan?

Dokter mengatakan jika pada kehamilan pertama sangat diperlukannya suami untuk mendampingi.

Lantas benarkah hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan keguguran?

Dokter mengatakan jika tidak secara langsung, akan tetapi bisa menyebabkan keguguran dikarenakan pada saat hiperemesis gravidarum terjadi penyumbatan pembuluh darah.

Penjelasan Dokter Kandungan, dr. Sigit Setiaji, Sp.OG., M.Kes., M.H. dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribunnews.com program Healthy Talk edisi 03 Juli 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved