Breaking News:

Lebih Mudah Menyebar, Virus Corona Varian Delta Diprediksi Dominasi Kasus di Eropa pada Agustus 2021

WHO menyebut varian delta merupakan mutasi virus corona yang paling menular dibanding yang lain

Freepik.com
Ilustrasi virus corona varian delta 

TRIBUNHEALTH.COM - Varian delta adalah satu di antara hasil mutasi virus corona.

Virus varian ini pertama kali diidentifikasi di India.

Hingga kini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut setidaknya varian varian B.1.617.2 ini sudah menyebar ke 85 negara.

Memang varian delta diketahui lebih mudah menyebar dari pada varian lain.

Diberitakan TribunHealth.com dari CNN, Public Health England melaporkan varian Delta menyumbang 99% dari kasus Covid-19 di Inggris pada pertengahan Juni.

European Centre for Disease Prevention and Control bahkan memprediksi varian ini bakal menyumbang 90 persen kasus di Eropa pada akhir Agustus 2021.

ILUSTRASI PERAWATAN COVID-19 --- Petugas medis memberikan penanganan epada pasien di RS Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Jumat (1/5/2020). Wisma Atlet Kemayoran telah dialihfungsikan menjadi RS Darurat Covid-19, setelah pandemi Virus Corona mendera Indonesia.
ILUSTRASI PERAWATAN COVID-19 --- Petugas medis memberikan penanganan epada pasien di RS Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Jumat (1/5/2020). Wisma Atlet Kemayoran telah dialihfungsikan menjadi RS Darurat Covid-19, setelah pandemi Virus Corona mendera Indonesia. (TRIBUNNEWS/CECEP BURDANSYAH)

Baca juga: Pandemi Covid-19 Bisa Picu Kecemasan, Dokter: Segera Konsultasi jika Sudah Ganggu Kehidupan

Baca juga: Ketua Komnas KIPI: Baru Vaksin Pertama Namun Terpapar Covid-19, Tetap Harus Lanjut Vaksin Kedua

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) sekarang memperkirakan varian tersebut menyumbang 26% dari kasus Covid-19 baru per 19 Juni.

Perusahaan pengujian genetik Helix, mengatakan kepada CNN, pihaknya memperkirakan saat ini varian delta menyumbang 40% kasus di AS.

Bukan tanpa alasan mengapa varian delta bisa dengan cepat mendominasi penularan.

Pihak WHO membenarkan bahwa jenis ini memang paling menular.

Ilustrasi badai sitokin pasien COVID-19
Ilustrasi badai sitokin pasien COVID-19 (batam.tribunnews.com)

Baca juga: Simak Tips dari Dokter dalam Menjaga Kesehatan Keluarga dari Covid-19

Baca juga: Rumah Sakit Mulai Penuh, Dokter Bagikan Tips Isolasi Mandiri bagi Pasien Covid-19 Bergejala Ringan

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved