Breaking News:

Meski Hanya Satu Dosis, Vaksin Johnson & Johnson Masih Efektif Tangkal Virus Corona Varian Delta

Hal tersebut diungkap oleh Johnson & Johnson setelah melakukan serangkaian penelitian

Frederic J. BROWN / AFP
(FILES) Dalam file ini, foto yang diambil pada 7 Mei 2021, vaksin Johnson & Johnson Covid-19 terlihat di atas meja di sebuah klinik vaksinasi di Los Angeles. Vaksin Covid-19 satu suntikan Johnson dan Johnson efektif melawan varian Delta yang sangat menular, dengan respons kekebalan yang berlangsung setidaknya delapan bulan, kata perusahaan itu pada 1 Juli. Antibodi dan sel sistem kekebalan dalam darah delapan orang yang divaksinasi dengan jab J&J secara efektif menetralkan strain Delta, yang pertama kali diidentifikasi di India, para peneliti menemukan. 

TRIBUNHEALTH.COM - Perusahaan Johnson & Johnson melaporkan vaksin yang mereka produksi efektif melawan viros corona varian delta.

Laporan itu mereka umumkan pada Kamis (1/7/2021), sebagaimana diberitakan TribunHealth.com dari The New York Times.

Dari penelitian yang mereka lakukan, memang vaksin Johnson & Johnson mengalami penurunan potensi terhadap varian delta, dibanding dengan efektivitasnya terhadap virus asli.

Tetapi vaksin itu masih lebih efektif melawan varian Delta daripada varian Beta, yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan.

Pola yang sama juga terlihat pada vaksin mRNA.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Bisa Picu Kecemasan, Dokter: Segera Konsultasi jika Sudah Ganggu Kehidupan

Baca juga: Ketua Komnas KIPI: Baru Vaksin Pertama Namun Terpapar Covid-19, Tetap Harus Lanjut Vaksin Kedua

Ilustrasi Vaksin Covid-19
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Freepik.com)

Para peneliti juga melaporkan, antibodi yang terbentuk vaksin Johnson & Johnson terus tumbuh dari waktu ke waktu.

Perusahaan mempublikasikan penelitian ini lebih cepat, mengingat ada kekurangan informasi di masyarakat.

Warga AS ragu dan mempertanyakan efektivitas vaksin Johnson & Johnson, dibanding vaksin lainnya.

Satu di antara yang menimbulkan tanda tanya adalah pemberiannya yang hanya satu dosis.

“Hal yang tidak pernah saya pahami sepenuhnya tentang Johnson & Johnson adalah bahwa platform teknologi mereka pada dasarnya sangat, sangat mirip — hampir tidak dapat dibedakan dari AstraZeneca,” kata Imunologis Imperial College London, Dr. Danny Altmann.

Baca juga: Simak Tips dari Dokter dalam Menjaga Kesehatan Keluarga dari Covid-19

Baca juga: Rumah Sakit Mulai Penuh, Dokter Bagikan Tips Isolasi Mandiri bagi Pasien Covid-19 Bergejala Ringan

Ilustrasi vaksin.
Ilustrasi vaksin. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)
Halaman
123
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved