Breaking News:

Apakah Kebiasaan Bruxism Mempengaruhi Terjadinya Gigi Sensitif? Simak Ulasan dari Dokter Gigi

Gigi sensitif timbul karena beberapa faktor seperti mengkonsumi makanan dan minuman panas maupun dingin.

Kompas.com
ilustrasi gigi sensitif 

TRIBUNHEALTH.COM - Gigi sensitif merupakan kondisi di mana bila gigi terkena rangsangan yang sifatnya tidak menimbulkan ngilu tetapi merasakan ngilur.

Kondisi ini biasanya disebabkan karena terbukanya tubuli dentin, sehingga rangsangan langsung diteruskan ke saraf yang menyebabkan gigi terasa ngilu.

Gigi sensitif timbul karena beberapa faktor seperti mengkonsumi makanan dan minuman panas maupun dingin.

Pada kondisi tertentu, seperti terjadinya pengikisan gigi juga dapat menimbulkan gigi sensitif.

Lalu bagaimana dengan kondisi bruxism? Apakah kondisi bruxsim juga dapat memicu terjadinya gigi sensitif?

Dilansir TribunHealth.com, dalam tayangan YouTube Tribun Palu Official program Smile, drg. Sri Pamungkas Sigit Nardiatmo menjelaskan kondisi bruxsim bisa memicu terjadinya gigi sensitif.

Baca juga: Apakah Tanda-tanda Gigi Berlubang Hampir Sama dengan Gigi Sensitif Dok?

Baca juga: Apakah Penderita Asam Lambung Lebih Rentan Mengalami Gigi Sensitif? Begini Penjelasan Dokter Gigi

Ilustrasi mekanisme gigi sensitif
Ilustrasi mekanisme gigi sensitif (kompas.com)

Bruxism merupakan suatu gangguan pada komponen sistem pengunyahan akibat dari aktivitas parafungsional dari area pengunyahan, gigi dan mulut dari fungsi normalnya.

Bruxism sering disebut dengan kondisi menggertakkan gigi.

Bruxism terdapat 2 jenis, yaitu biasanya terjadi saat kita tidur yang sering terjadi di malam hari dan juga bruxism yang terjadi saat siang hari.

"Terjadi di siang hari artinya ketika orang tersebut tidak sedang tidur dan orang tersebut melakukan aktivitasnya kemudian menggertakkan giginya secara tidak sadar," terang drg. Sri Pamungkas.

2 dari 2 halaman

"Dua-duanya atau dua kondisi yang terjadi di malam atau siang hari mengakibatkan tekanan yang besar pada gigi."

Kebiasaan menggertakkan gigi ini dapat menyebabkan kondisi gigi yang lama kelamaan akan terkikis.

Baca juga: drg. Anastasia Beberkan Tips Atasi Keluhan Gigi Sensitif di Rumah, Anjurkan Pasta Gigi Ini

Baca juga: Tanda-tanda Bruxism yang Harus Diketahui, Simak Penjelasan Dokter Gigi

Ilustrasi mengalami gigi sensitif.
Ilustrasi mengalami gigi sensitif. (Freepik.com)

drg. Sri Pamungkas menjelaskan ketika posisi gigi terkikis secara ekstrem dan prosesnya terjadi selama bertahun-tahun maka akhirnya pelapisan dentin akan menipis.

"Ketika pelapisan dentin menipis, disitulah akan terjadi sensitifitas pada gigi," terang drg. Sri Pamungkas.

"Jika menggertakkan gigi tidak sampai membuat gigi menjadi terkikis, maka biasanya tidak akan sampai ada keluhan gigi sensitif."

Sehingga kondisi terjadinya gigi sensitif tergantung dari efek yang di timbulkan dari kebiasaan menggertakkan gigi tersebut.

Menggertakkan gigi adalah kebiasaan buruk yang sebaiknya di hilangkan agar tidak memberikan dampak negatif pada kesehatan gigi.

Penjelasan ini disampaikan oleh drg. Sri Pamungkas Sigit Nardiatmo dalam tayangan YouTube Tribun Palu Official program Smile pada 22 Desember 2020.

Baca juga: Dokter Gigi Sebutkan Kandungan Pasta Gigi yang Dapat Mengatasi Nyeri dan Penutupan Gigi Sensitif

Baca juga: Mengenal Kondisi Bruxism dari drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

(Tribunhealth.com/Irma Rahmasari)

Selanjutnya
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved