Breaking News:

Dokter Tegaskan Hiper Agregasi Berbahaya untuk Tubuh, Bisa Picu Stroke hingga Kematian Mendadak

Hiper agregasi adalah keadaan ketika trombosit dalam jumlah yang banyak sehingga darah mudah menggumpal

Penulis: Ahmad Nur Rosikin | Editor: Melia Istighfaroh
Pixabay
Ilustrasi penampakan darah dalam tubuh manusia 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Eka Ginanjar, menegaskan hyper agregasi termasuk penyakit yang berbahaya.

Penjelasan itu ia paparkan ketika menanggapi pertanyaan @elisabethnunuk, dalam program Sapa Indonesia Pagi, Segmen Sehat di Tengah Pandemi, yang tayang live di Kompas TV pada Selasa (8/6/2021).

"Selamat pagi dokter. Usia saya 57 tahun. Tinggi saya 148 cm, berat 46 cm. Saya memiliki trombosit di atas 476 dok.

Saya minum pengencer darah tidak setiap hari. Saya juga pernah didiagnosa hyper agregasi.

Apakah ini berbahaya dok?" tanyanya, dikutip TribunHealth.com.

Baca juga: Berapa Kantong yang Dibutuhkan Penderita Thalasemia saat Melakukan Transfusi Darah Dok?

Baca juga: Tips Tetap Sehat dengan Mengendalikan Tekanan Darah agar Terhindar dari Hipertensi

Ilustrasi - Sel darah
Ilustrasi - Sel darah (Kompas.com)

"Di usia di atas 57 tahun memang harus waspada," kata dr Eka.

Apa lagi trombosit penanya juga dalam kategori tinggi.

Trombosit sendiri bermanfaat untuk menghentikan pendarahan ketika terjadi luka.

Kendati demikian, ketika fungsinya berlebihan, maka akan tidak baik.

Kondisi ini dalam dunia medis disebut hiper agregasi.

2 dari 3 halaman

"Apa itu hiper agregasi? Trombosit itu beragregat, berkumpul, berkelompok, membentuk suatu gumpalan darah yang bisa menimbulkan sumbatan di pembuluh darah," jelas dr Eka.

Baca juga: Transfusi Darah bagi Penderita Thalasemi itu Berapakali Dok?

Baca juga: Dokter Jelaskan Kasus Gusi Berdarah Setiap Hari, Bisa Picu Bau Mulut Tak Sedap

Ilustrasi - sumbatan dalam darah
Ilustrasi - sumbatan dalam darah (Kompas Lifestyle)

Kondisi ini bisa menyebabkan aliran darah bisa tak lancar hingga tersumbat total.

Jika sampai tersumbat total, akibatnya jaringan tersebut tak akan mendapat asupan darah yang cukup.

Jika jaringan yang tak mendapat pasokan darah adalah otak, bukan tidak mungkin akan terjadi stroke.

"Kalau yang tersumbat itu jantung, bisa menimbulkan serangan jantung yang menimbulkan meninggal mendadak."

"Atau mata bisa menimbulkan buta mendadak, atau telinga bisa menimbulkan tuli mendadak," contohnya lagi.

Baca juga: Mengenal 2 Jenis Pendarahan Saluran Cerna dari Dokter Spesialis Bedah Digestif

Baca juga: Dokter, Apa Penyebab dari Gusi yang Berdarah Setiap Hari?

ilustrasi dampak hiper agregasi terhadap jantung
ilustrasi dampak hiper agregasi terhadap jantung (kompas.com)

Karenanya, dr Eka menegaskan hiper agregasi termasuk berbahaya jika tak mendapat penanganan yang tepat.

"Hiper agregasi itu berbahaya, karena organ-organ tubuh kita membutuhkan darah untuk melakukan fungsinya."

"Dan ketika darah itu tersumbat, maka akan menimbulkan akibat fatal," tegasnya.

Karenanya, perlu segera dianalisis mengapa masalah ini bisa terjadi.

3 dari 3 halaman

Dengan demikian, kasus tersebut bisa ditangani dengan tepat.

Kalaupun tak diketahui penyebab pastinya, dr Eka menyebut bisa dengan mengonsumsi obat pengencer darah.

"Obat pengencer darah itu wajib diminum oleh ibu Elisabeth. Karena untuk mencegah terjadi pergumpalan," pesannya untuk penanya.

Baca artikel lain seputar kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Selanjutnya
Tags:
Tribunhealth.comStrokeHiper AgregasiTrombositPembuluh Darah Fahmi Bo
BERITATERKAIT
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved