Breaking News:

Apakah Berpuasa bisa Menaikkan Growth Hormone dan Sirtuin? Simak Berikut Ini

Berikut ini penjelasan dokter Tan Shot Yen mengenai manfaat puasa pada Growth Hormone dan Sirtuin.

Freepik.com
Ilustrasi saat berpuasa-Simak penjelasan ahli gizi mengenai manfaat puasa pada Growth Hormone dan Sirtuin. 

TRIBUNHEALTH.COM - Growth hormone dikenal dengan hormon pertumbuhan.

Hormon ini dikenal berpengaruh besar terhadap pertumbuhan anak.

Banyak hal yang dapat mempengaruhi growth hormone.

Salah satunya, dengan cara berpuasa.

Baca juga: Apakah Penderita Covid-19 Boleh Berpuasa? Simak Penjelasan Berikut Ini

Baca juga: Simak Tips Puasa bagi Penderita Maag Agar Tetap Sehat

Baca juga: Berikut Penanganan Masalah Bibir Pecah-pecah saat Menjalani Puasa

Selain itu disebutkan, diketahui bahwa dengan berpuasa dapat meningkatkan sirtuin.

Apakah pernyataan tersebut benar?

Dikutip TribunHealth.com dari tayangan YouTube Tribun Health, pernyataan tersebut dibenarkan oleh Dokter Tan Shot Yen.

Hal tersebut didasari oleh sebuah penelitian yang dilakukan di Jepang.

Ilustrasi puasa Ramadhan
Ilustrasi puasa Ramadhan (Pixabay)

"Terdapat penelitian di Jepang tentang sirtuin."

"Sirtuin adalah gen yang terdapat di mitokondria."

"Jadi kalori atau makannya dikecilkan, tetapi tidak ekstrem," tandas Tan.

Tan menyebut, dengan mengurangi kalori, maka sirtuin tersebut akan membaik.

"Nah dengan sirtuin ini membaik, maka kita mengharapkan bahwa perpendekan pelomen pada DNA itu akan terhambat." jelasnya.

Kendati demikian, kata Tan, kondisi ini tidak bisa disamakan dengan kebiasaan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Berpuasa Dapat Meminimalisir Aktivitas Merokok, Sehingga Dapat Mengurangi Efek Sampingnya

Ilustrasi makanan tidak sehat
Ilustrasi makanan tidak sehat (pixabay.com)

"Tetapi yang menarik adalah ketika puasa versi Indonesia, kata menyedikitkan makan itu very tricky."

"Tricky itu karena ketika berpuasa lalu dihajar dengan makanan yang enggak-enggak (tidak sehat."

"Maka itu tidak akan memperpanjang umur dan menyehatkan badan," sambung Tan.

Oleh sebab itu, Tan menganjurkan, ketika berpuasa diperhatikan berbagai asupan makanannya.

"Karena orang indoensia itu agak sedikit khilaf kalau melihat gorengan, tumisan dan pemakaian kecap yang masif." tutupnya.

Penjelasan ini dikutip dari tayangan YouTube Tribun Health, Jumat (23/4/2021).

Baca juga: Bagaimana Mengatasi Sakit Gigi yang Tiba-tiba Kambuh saat Berpuasa?

Baca juga: Apa Saja Penyakit Yang Dapat Menyerang Rongga Mulut Selama Berpuasa? Berikut Penjelasannya

Baca juga: Penyebab Tekanan Tinggi pada Bola Mata, Sebabkan Penyakit Glaukoma yang Bisa Memicu Kebutaan

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved