Breaking News:

Berikut Penanganan Masalah Bibir Pecah-pecah saat Menjalani Puasa

Kondisi bibir pecah-pecah biasanya disebabkan oleh kondisi dehidrasi. Kondisi ini sering terjadi saat orang berpuasa.

kompas.com
ilustrasi bibir pecah-pecah 

TRIBUNHEALTH.COM - Kondisi bibir pecah-pecah biasanya disebabkan oleh kondisi dehidrasi.

Sering terjadi saat orang berpuasa.

Dikutip Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Palu Official program SMILE, edisi 27 April 2021, dehidrasi terjadi karena asupan air air di dalam tubuh kurang.

Baca juga: Apa yang Menyebabkan Bayi Baru Lahir Sudah Memiliki Gigi, Dok?

Baca juga: Dok, Apakah Benar Jika Memanaskan Sayur Dapat Mematikan Kandungan Vitamin Di Dalamnya?

Termasuk pada saat melakukan olahraga dan kurang minum.

Atau kondisi aktivitas seharian yang mengakibatkan kurang minum.

Kondisi ini juga dapat mengakibatkan kondisi pecah-pecah.

Ilustrasi bibir pecah saat menjalani puasa
Ilustrasi bibir pecah saat menjalani puasa (blog.tribunjualbeli.com)

Pada umumnya, kondisi bibir pecah-pecah di saat berpuasa adalah normal.

Hal ini biasa terjadi pada setiap orang.

Oleh sebab itu, dokter menghimbau saat berpuasa tidak mengurangi konsumsi air minum saat malam hari menjelang sahur.

Begitu juga saat berbuka, usahakan konsumsi air seoptimal mungkin.

Baca juga: Jenis Lemak Apa Yang Dapat Dihindari Jika Ingin Mengurangi Berat Badan, Dok?

Baca juga: Yuk Cegah Obesitas Agar Terhindar Dari Penyakit Yang Tidak Diharapkan

Solusi bibir pecah-pecah adalah memperbanyak konsumsi air minum.

Tips berpuasa sebenarnya kita diharapkan dalam makan menggunakan rumus sepiring dalam bentuk T, komposisi T atau pembagian T.

Jadi kita bisa memilah asupan makanan yang dikonsumsi saat bulan puasa yaitu memperbanyak sayuran, seperempatnya adalah protein, seperempat lagi adalah karbohidrat seperti nasi, jagung, ataupun roti.

Ilustrasi sayuran hijau
Ilustrasi sayuran hijau (m.tribunnews.com)

Pada umumnya orang Indonesia mengatakan jika kita belum makan kalo belum makan nasi.

Sehingga sayuran dan protein terkadang terlupakan.

Pada saat berbuka dianjurkan untuk konsumsi makanan yang manis.

Karena jika memakan makanan yang berat, dikhawatirkan lambung belum dalam keadaan siap.

Pada saat sahur juga jangan hanya mengandalkan karbohidratnya saja.

Karbohidrat memang merupakan makanan yang menghasilkan energi dan kalori yang besar.

Namun ini dapat terserap cepat oleh tubuh.

Baca juga: Dok, Bagaimana Cara Mengenali Bakat Anak?

Baca juga: Apa Saja Kebutuhan Dasar Tumbuh Kembang Anak pada Masa Golden Age?

Sehingga rasa lapar cepat datang.

Maka dari itu saat sahur dianjurkan untuk makan sayuran agar rasa lapar bertahan lama.

Penjelasan Dokter Gigi, Dr. drg. Munawir Usman, M.AP dikutip oleh tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Palu Official program SMILE, edisi 27 April 2021.

(TribunHealth.com/Dhiyanti)

Berita lain tentang kesehatan gigi dan mulut ada di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved