Breaking News:

Kenali Down Syndrome, Kelainan Kromosom pada Anak

Down syndrome merupakan salah satu kelainan genetik yang terjadi pada anak yang diakibatkan oleh kelainan kromosom.

Shutterstock
Ilustrasi - Kromosom 

TRIBUNHEALTH.COM - Down Syndrome merupakan suatu kumpulan gejala yang menyebebkan keterbelakangan mental dan psikis yang diakibatkan oleh kelainan kromosom yang terjadi pada saat embrio atau janin di dalam kandungan.

Dilansir dari TribunHealth.com, dalam tayangan YouTube Tribun Lampung, Dokter Spesialis Anak dan Staf Perinatologi, dr. Leni Ervina, Sp.A (K) menjelaskan tentang down syndrome.

Down syndrome merupakan kelainan genetik bawaan kromosom yang dimana idealnya tubuh manusia memiliki 46 kromosom tetapi pada anak yang mengalami down syndrome memiliki 47 kromosom.

Dimana pada kromosom yang ke 21, yang seharusnya memiliki 2 salinan kromosom tapi pada kromosom 21 tersebut memiliki 3 salinan yang disebut dengan trisomy 21.

Baca juga: Penyebab Terjadinya Gerakan Tutup Mulut (GTM) atau Mogok Makan pada Anak

Baca juga: Mengenal Penyebab dan Cara Menangani Anak Terlambat Bicara

Faktor predisposisi penyebab tersering terjadinya down syndrome ini adalah kelainan kromosom atau kelainan genetik.

Ilustrasi - Kromosom
Ilustrasi - Kromosom (Freepik.com)

Kelainan ini jika di cari etiologinya tidak akan diketahui pasti, tetapi disinyalir penyebab terbesarnya adalah sebagai berikut:

1. Usia ibu yang melahirkan diatas 35 tahun atau 40 tahun

Ibu yang melahirkan diatas usia 35 tahun memiliki faktor risiko tersebar untuk melahirkan anak-anak down syndrome.

2. Mempunyai riwayat melahirkan sebelumnya dengan anak down syndrome

3. Jarak kehamilan yang pertama dengan berikutnya terlalu jauh sehingga ibunya sudah terlalu tua untuk hamil

4. Pada saat kehamilan, ibu kekurangan asam folat

5. Ibu yang terpapar radiasi terlalu besar dan terpapar bahan kimia sejak kehamilan

"Misalnya ibu yang merokok, cendurung memiliki kromosom yang lebih pendek sehingga mempunyai kecenderungan melahirkan anak dengan kelainan genetik," ungkap dr. Leni.

Baca juga: Berikut Pencegahan dan Penanganan Stunting pada Anak

Baca juga: Penyebab Terjadinya Gerakan Tutup Mulut (GTM) atau Mogok Makan pada Anak

"Jadi hal-hal tersebut merupakan beberapa faktor yang dapat menyebabkan penyimpangan atau kelainan pada kromosom bayi sejak ada di kandungannya," lanjut dr. Leni.

"Anak bayi yang lahir dengan penyakit down syndrome pasti orang tuanya memiliki kelainan atau faktor pembawa, dan hal tersebut menyebabkan anak mengalami kelainan pada kromosomnya," terang dr. Leni.

Apabila pembawa down syndrome adalah seorang ayah, maka kemungkinan besar anak mengalami down syndrome sebanyak 5 persen.

Sedangkan jika pembawa down syndrome adalah ibu, maka kemungkinan besar anak mengalami down syndrome sebanyak 10 hingga 15 persen.

ilustrasi ibu hamil
ilustrasi ibu hamil (Kompas.com)

Seorang ibu memiliki penentuan gen yang lebih besar untuk menjadi pembawa faktor kelainan .

Apakah rajin kontrol saat kehamilan bisa mengetahui down syndrome pada anak?

"Jika seorang ibu memiliki faktor resiko down syndrome, maka harus rajin untuk kontrol agar mengetahui anak berikutnya memiliki down syndrome atau tidak," jelas dr. Leni.

Halaman
12
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved