Breaking News:

Satgas Covid-19 Sebut Klaster Perkantoran Melonjak, Imbau Penutupan Sementara Operasional Kantor

Berikut ini imbauan Satgas Covid-19 mengenai penutupan sementara operasional kantor.

Tribunnews.com
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat Media Briefing secara daring di Gedung BNPB, Kamis (14/1/2021) yang juga disiarkan Kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

TRIBUNHEALTH - Satuan tugas (Satgas) Covid-19 menyatakan bahwa Klaster perkantoran beberapa waktu belakangan terlihat adanya peningkatan di ibukota DKI Jakarta.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyatakan bahwa hal ini berdasarkan data yang dilansir Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 2 pekan terakhir.

Yaitu pada periode tanggal 5 - 11 April 2021, terdapat 157 kasus positif Covid-19 di 78 perkantoran.

Sementara pada tanggal 12 - 18 April 2021, jumlah posittif Covid-19 meningkat menjadi 425 kasus dari 177 perkantoran.

Baca juga: Apa Efek Bila Ibu Hamil Terlanjur Mendapatkan Vaksin Covid-19 Dok?

Baca juga: Apa Saja Syarat Tes Covid-19 Menggunakan GeNose? Simak Berikut Ini

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Vaksin Covid-19 Sinovac? Simak Berikut Ini

"Kemunculan beberapa kasus positif di beberapa perkantoran, mohon ditindaklanjuti dengan penutupan sementara operasional kantor."

"Disinfeksi, serta upaya testing dan tracing terhadap kontak erat."

"Agar tidak meluas penularannya dan menimbulkan klaster," terang Wiku dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (27/4/2021).

Ilustrasi protokol kesehatan Covid-19
Ilustrasi protokol kesehatan Covid-19 (Pixabay)

Oleh sebab itu, ia mengimbau perkantoran untuk mengoptimalkan peran satgas yang sudah ada di perkantoran.

Namun, jika satgas belum terbentuk di perkantoran, maka segera dibentuk.

Sedangkan bila sudah ada, segera lakukan evaluasi terkait kinerjanya.

Baca juga: Waspada, Virus G4 Menjadi Potensi Pandemi Baru selah COVID-19

Selanjutnya, terkait kapasitas instansi sektor perkantoran pada daerah yang melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tetap mengacu Instruksi Menteri Dalam No. 9 Tahun 2021.

Yaitu maksimal kehadiran fisik sebanyak 50 persen dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat.

"Mohon Pemerintah daerah setempat segera mentranslasikan instruksi ini, ke dalam peraturan daerah sebagai dasar kebijakan yang jelas," tandas Wiku.

Baca juga: Simak 7 Tips Menjaga Imun Melawan Covid-19 di Masa Pandemi

Baca juga: Muncul Gejala Psikotik pada Pasien Covid-19, Berikut Ini Pengobatan yang Tepat Menurut Psikiater

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved