Breaking News:

Sebagian Penderita Covid-19 Memiliki Gangguan Mental, Berikut Gejala Psikotik pada Pasien Covid-19

Muncul beberapa kasus pada penderita Covid-19, yakni mereka mengalami psikosis atau gejala psikotik parah. Lalu apa gejalanya?

Pixabay
ilustrasi Gejala Psikotik 

TRIBUNHEALTH.COM - Muncul kasus yang tak biasa pada pasien Covid-19 yang telah sembuh.

Mereka memiliki gejala yang tidak biasa, bahkan di antaranya mengalami psikosis atau gejala psikotik parah.

Dikutip dari KompasTV, sebuah tinjauan penelitian yang diterbitkan dalam annals of neurology pada Oktober 2020 lalu, menemukan lebih dari 80 persen pasien virus corona yang dirawat di rumah sakit mengalami beberapa gejala neurologis, salah satunya yakni gejala psikotik.

Dikutip dari laman Kompas.com, sebuah penelitian yang terbit pada November lalu, menemukan bahwa satu dari lima orang yang terpapar Covid-19, menerima diagnosis kejiwaan dalam tiga bulan setelahnya.

Yang lebih mengejutkan lagi, satu dari empat orang yang didiagnosa, tidak pernah memiliki riwayat masalah kesehatan mental sebelum terinfeksi Covid-19.

Baca juga: Covid-19 Bisa Perburuk Penyakit Jantung, Berikut Ulasan Dokter

Baca juga: Obesitas Bisa Perburuk Gejala Covid-19, Berikut Tips Cegah Penyakit Kegemukan

Dalam laman IFL Science disebutkan, sebuah studi kasus dari seorang perempuan berusia 55 tahun di Inggris, mengalami gejala psikotik yang terus-menerus setelah terinfeksi Covid-19, sebelumnya dia tidak memiliki riwayat penyakit mental.

Namun setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19, dan keluar dari rumah sakit, beberapa hari kemudian dia masuk rumah sakit lagi karena menunjukkan perilaku tidak biasa seperti orang bingung.

Hingga 52 hari gejala tersebut dinyatakan hilang pada dirinya.

Selain itu, penelitian juga menyebutkan bahwa dari 153 orang pasien Covid-19 lainnya yang dirawat di Inggris, ditemukan sepuluh pasien di antaranya memiliki psikosis onset baru, setelah terinfeksi Covid-19 .

Tidak hanya di Inggris, sejumlah dokter di seluruh dunia juga melaporkan hal yang sama, sejumlah kecil pasien Covid-19 yang tak memiliki riwayat gangguan mental, justru mengalami gejala psikotik parah beberapa pekan setelah tertular.

2 dari 4 halaman

Dan sebagian besar kasus psikosis post-covid, melibatkan orang-orang berusia 30 hingga 50-an.

Baca juga: Gejalanya Mirip, Ini Perbedaan Sakit Tenggorokan karena Alergi dan Terkena COVID-19

Lalu apakah itu psikotik dan seperti apa gejalanya?

Psikiater atau Dokter Ahli Kejiwaan dr. Danardi Sosrosumihardjo menjelaskan adanya gejala psikotik pada pasien Covid-19.

"Psikotik itu ada dua, apakah itu sifatnya organik, disebabkan oleh penyakit lain atau kondisi fisik seseorang atau psikiotik yang fungsional. Kalau kondisi yang fungsional itu murni dari masalah kejiwaan atau mentalnya," kata dr. Danardi Sosrosumihardjo seperti dikutip dari tayangan Ayo Sehat Kompas TV edisi 22 Maret 2021. 

"Itu memang tanda-tanda psikotik yang lazim ditemukan dan bisa sifatnya organik atau psikiotik yang fungsional," lanjutnya.

Sebagian besar pasien yang memiliki psikotik juga bisa mengalami halusinasi.

"Ada halusinasi dengar, ada halusinasi penglihatan, kemudian juga ada delusi atau waham," kata dr. Danardi Sosrosumihardjo.

"Jadi kalau gangguan delusi atau waham itu adalah suatu keyakinan yang tidak rasional, keyakinan yang sebenarnya tidak nyata tapi penderita sulit sekali menerima data yang real atau valid," jelasnya.

"Kalau halusinasi itu persepsi pikir yang dikaitkan dengan panca indera, ada halusinasi dengar, halusinasi penglihatan. halusinasi penciuman, pengecapan dan halusinasi perabaan," jelasnya.

"Jika yang banyak dilaporkan halusinasi visual atau penglihatan, itu lebih mengarahkan bahwa psikosisnya organik, tapi kalau pada psikosis fungsional itu lebih banyak halusinasi pendengaran," lanjutnya.

3 dari 4 halaman

dr. Danardi Sosrosumihardjo juga mengungkapkan korelasi antara penyakit Covid-19 dengan adanya psikotik pada pasien Covid.

Namun semuanya harus dengan pendalaman terkait kasusnya.

Baca juga: Perlu Waspada, Covid-19 Bisa Sebabkan Stroke, Ini Penjelasan Dokter

"Perlu pendalaman apakah itu penyakit terpisah atau saling mempengaruhi. Kalau saling mempengaruhi, Apakah ada suatu peradangan atau sitokin yang membludak atau ada suatu infeksi seperti demam, itu bisa menimbulkan psikiotik organik dan muncul halusinasi," jelas dr. Danardi Sosrosumihardjo.

Namun tekanan karena penderita memiliki Covid-19, juga bisa menyebakan gangguan halusinasi.

"Tapi kalau secara objektif, masalah stressnya (tekanannya), maka seseorang yang didiagnosis dengan Covid-19 itu merupakan tekanan yang besar, itu bisa memicu gangguan halusinasi yang bersifat murni, yakni rasa takut berlebihan dan menjadi tidak rasional," kata dr. Danardi Sosrosumihardjo.

Inilah beberapa gejala psikotik pada pasien Covid-19:

- Halusinasi

- Delusi

- Gangguan perilaku

- Mood sering berubah

4 dari 4 halaman

" Betul, keempatnya adalah gejala utama atau yang paling sering ditemukan pada orang- orang dengan gangguan psikiotik," kata dr. Danardi Sosrosumihardjo.

(Tribunhealth.com/Ekarista)

Simak selengkapnya di video berikut:

Simak selengkapnya artikel tentang kesehatan mental di sini.

Selanjutnya
Penulis: Ekarista Rahmawati
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved