Breaking News:

Perlu Dipahami, Ini Perbedaan Sesak Lambung dan Sesak Paru

Penjelasan dokter mengenai perbedaan sesak yang disebabkan karena gangguan paru dan lambung.

jogja.tribunnews.com
Ilustrasi sesak napas-Penjelasan dokter mengenai perbedaan sesak karena gangguan paru dan sesak karena asam lambung. 

Tanya:

Apa bedanya sesak karena gangguan paru sama sesak karena asam lambung?

Karena saya bingung dok, kemarin saya tes saturasi nilai nya 97.

Mohon penjelasannya dok.

Pertanyaan ini diajukan oleh @rezza_raceinpizz pada tayangan YouTube KompasTV, 24 Agustus 2020.

Baca juga: Tips Pola Makan di Bulan Ramadhan agar Lambung Tetap Aman

Baca juga: Dokter Sebut Laki-laki Paling Rentan Terkena Stroke, Ini Alasannya

Dokter Menjawab:

Jadi kadang-kadang memang sulit dibedakan, antara sesak karena penyakit paru atau gangguan lambung.

Tetapi bila diperhatikan, biasanya bila karena gangguan lambung, itu akan didahului keluhan pada area perut.

Karena paru tidak ada keluhan pada perut atau lambung.

Ilustrasi asam lambung kembali naik
Ilustrasi asam lambung kembali naik (jogja.tribunnews.com)

Bila sesak karena paru, itu datangnya tiba-tiba atau bisa berangsur.

Tiba-tiba itu seperti, paru-paru rasanya sesak dan sakit.

Kemudian, bila berangsur itu disebabkan karena cairan yang ada pada organ paru.

Itu menyebabkan, seiring berjalannya hari, rasa sesak akan semakin meningkat.

Tapi tidak ada keluhan di lambung.

Ilustrasi sakit area lambung
Ilustrasi sakit area lambung (Pixabay.com)

Sedangkan di lambung, itu didahului rasa begah, rasa sakit dan kaitannya dengan makanan.

Sesak yang disebabkan karena lambung, biasanya sulit untuk bernapas.

Kondisi ini harus dipastikan, apakah karena ada peningkatan asam lambung.

Karena ini bisa menyebabkan, cairan asam lambung itu masuk ke saluran napas.

Hal ini bisa berakibat sesak seperti gejala asma.

Baca juga: Pusing dan Sakit Kepala, Apakah Sama atau berbeda? Berikut Penjelasan Dokter

Baca juga: Hati-hati, Hipertensi Bisa Menyebabkan Penyakit Stroke

*) Profesor Dokter Wiwien Heru Wiyono, Dokter Spesialis Paru

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved