Breaking News:

Bukan Trombosit, Penting Perhatikan Hematokrit pada Pasien Demam Berdarah

Simak penjelasan dokter Tan Shot Yen mengenai pentingnya hematokrit pada pasien demam berdarah.

Pixabay.com
Ilustrasi pasien terkena penyakit demam berdarah-Dokter menjelaskan hematokrit lebih penting diperhatikan pada pasien demam berdarah. 

TRIBUNHEALTH.COM - Selama ini pasien yang terkena demam berdarah pada umumnya akan fokus untuk melihat kadar trombosit darah.

Bila nilai trombosit menurun, maka itulah salah satu kondisi yang dianggap paling bahaya dari demam berdarah.

Padahal menurut keterangan dokter Tan Shot Yen, selain trombosit, hematokrit juga penting untuk diperhatikan.

"Banyak orang awam ributnya cuma di trombosit, dia lupa yang paling penting adalah hematokrit," jelas Tan dikutip dari tayangan YouTube Tribunnews.com, 28 November 2021.

Baca juga: Perjalanan Penyakit Demam Berdarah yang Penting untuk Diketahui

Baca juga: Mengenali Karakteristik Nyamuk Aedes Aegypti Penyebab Demam Berdarah

Hematokrit merupakan perbandingan antara plasma atau cairan darah dengan sel darah merah yang beredar dalam pembuluh darah.

Tan menjelaskan, bila hematokrit naik maka dapat mengakibatkan kebocoran plasma.

Hal ini dapat berakibat fatal.

"Sehingga bila hematokrit naik, artinya terdapat rembesan cairan keluar pembuluh darah."

"Jadi demam berdarah ini jangan sampai hematokritnya naik," sambung Tan.

Ilustrasi nyamuk aedes aegypti
Ilustrasi nyamuk aedes aegypti (Pixabay.com)

Demam Berdarah Belum Ada Obatnya

Demam berdarah merupakan penyakit yang umum terjadi di masyarakat.

Kendati demikian, hingga saat ini belum ada pengobatan atau metode khusus untuk menangani demam berdarah.

"Jadi kalau lihat di media sosial, ada iklan obat paling ampuh atasi demam berdarah, nggak tau isinya apa," ungkap Tan.

Baca juga: Kenapa Kasus Demam Berdarah Marak Terjadi saat Musim Hujan Dok?

Baca juga: Fogging Nyamuk untuk Pencegahan Demam Berdarah, Dokter: Nggak Usah Rugi

Lebih lanjut, terkait jambu biji yang dianggap bagus mampu mengatasi demam berdarah, dokter ahli gizi ini menampik.

"Iya memang makan jambu itu bagus, tapi bukan sebagi obat demam berdarah," tandasnya.

Justru ia menyarankan, untuk mencegah demam berdarah semakin memburuk, maka pasien dianjurkan untuk menjaga asupan cairan.

"Untuk mengatasi orang demam berdarah itu justru kita menjaga asupan cairan."

"Jangan sampai hematokritnya naik," imbuhnya.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penjelasan dokter lainnya di sini

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Abdul Haerah HR
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved