Breaking News:

Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Konsumsi Buah Segar, Kandungan Vitaminnya Sangat Besar

dr Tan Shot Yen menjelaskan berbagai buah yang memiliki kandungan vitamin tinggi

Pixabay
Ilustrasi jeruk sebagai salah satu sumber vitamin C 

TRIBUNHEALTH.COM - dr Tan Shot Yen mengingatkan pentingnya untuk mengkonsumsi buah segar.

Hal itu ia sampaikan dalam program Malam Minggu Sehat Tribunnews, ketika membahas soal suplemen.

Dalam kesempatan tersebut, dr Tan mengatakan hidup sehat sebenarnya murah.

Apalagi Indonesia memiliki berbagai buah segar yang kaya akan gizi.

"Jangan sampai kita punya pepaya, kemudian jadi papaya chips."

"Sekarang dibuat nih, buah kering. Seakan-akan kita mau siap terbang ke bulan. Ngga punya buah segar lagi."

Kendati demikian, dr Tan memberi catatan hal itu bisa terjadi karena memang buah segar kurang diminati.

Baca juga: Meski Anemia Jangan Asal Melakukan Suplementasi Zat Besi, Ini Risikonya

Baca juga: Bisa Didapat dari Alam, Kapan Tubuh Butuh Suplemen Tambahan?

Ilustrasi buah sebagai sumber vitamin alami
Ilustrasi buah sebagai sumber vitamin alami (pixabay.com)

Padahal buah segar memiliki kandungan gizi yang baik.

Sebelumnya, dia mencontohkan beberapa buah dan kandungan vitamin C yang dimilikinya.

dr Tan mengatakan satu buah jambu klutuk bahkan memiliki kandungan vitamin C hingga 377 mg.

Jumlah tersebut lebih dari cukup dari yang dibutuhkan manusia, yakni pria 90 mg dan wanita hanya 70 mg.

Kendati jauh berlebih, hal itu tidak akan membahayakan tubuh karena masih asli dari alam.

"Tetapi karena dia bukan zat kimia,tentu ga bakal bikin ginjalmu rusak."

Ilustrasi jambu biji
Ilustrasi jambu biji (Pixabay)

Baca juga: Ahli Gizi Tegaskan Orang Sehat Tak Perlu Suplemen, Cukup Penuhi Kebutuhan Vitamin dari Makanan Alami

Baca juga: Sederet Vitamin Ini Diperlukan Tubuh tapi Tak Baik Jika Dikonsumsi Berlebih

"Pepaya. Itu kalau anda potong satu cup itu kurang lebih sekitar 88 mg."

"Belum lagi anda uleg cabe. Cabe itu juga vitamin C," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, dr Tan mengajak untuk memperbaiki pola makan.

Dia menegaskan hidup sehat tidak harus mahal, malah bisa dibilang murah.

"Yang mahal itu kalau sakit," katanya.

Baca berita lain seputar kesehatan di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: anrosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved