Breaking News:

Literasi Pemenuhan Gizi yang Baik Itu Seperti Apa, Dok?

Penjelasan dokter Tan Shot Yen mengenai pemenuhan gizi yang baik untuk diterapkan pada masyarakat.

Pixabay.com
Ilustrasi makanan bergizi. 

Tanya:

Literasi pemenuhan gizi yang baik itu seperti apa ya dok?

Pertanyaan ini diajukan oleh jurnalis Alvin Wahyu dari tayangan YouTube Tribunnews.com, Senin (8/2/2021)

Dokter menjawab:

Baca juga: Dok, Apakah Terjadinya Radang pada Tubuh Bisa Diantisipasi?

Baca juga: Apakah Resep Dokter Bisa Digunakan Ulang untuk Penyakit yang Sama?

Baca juga: Dianggap Bisa Turunkan Kolesterol, Bolehkan Oatmeal Dimakan dengan Gula dan Susu?

Ya, jadi yang nomor 1 adalah banyak orang Indonesia yang makan karena asal ketemunya.

Yang penting asal bisa mengganjal.

Seperti pagi-pagi makannya bubur ayam.

Orang usia dewasa 25 tahun, 40 tahun itu ya masak makannya bubur ayam.

Karena bubur ayam itu tidak membuat kamu memiliki semangat pagi, energi dan membuat otak jalan kalau mau bekerja.

Jadi kita perlu memenuhi gizi seimbang, yang namanya visualisasi dari "isi piringku".

2 dari 3 halaman

Karena itu murah banget, seperti di tempatnya mas Faiz. Itu sayur dan buah tinggal metik.

Ilustri sayuran
Ilustri sayuran (Pixabay)

Jadi separuh piring itu sudah gratis, nah separuh piringnya lagi itu makanan pokok.

Barangkali kalau lagi waktu panen, bisa tinggal ambil.

Nah yang menjadi kendala barangkali adalah lauk.

Lauk itu kalau nggak telur, ayam, atau mi

Baca juga: Apakah Makan Panas dan Minum Dingin Benar-benar Bisa Sebabkan Gigi Sensitif?

salnya tahu, tempe digabung dengan telur, itu sebetulnya tidak terlalu mahal.

Tergantung dari ketersediaan yang ada secara lokal.

Itu sebabnya kita bilang, keragaman pangan lokal itu harus kita dorong.

Jadi bagaimana mungkin Indonesia yang memiliki ikan nila, mujair, dan gabus yang tinggi protein malah nyarinya ikan salmon.

Baca juga: Dokter Makanan Apa Saja yang Jadi Pencetus Alergi dan Inflamasi?

Baca juga: Masyarakat Ragu Cek Kesehatan ke RS karena Covid-19, Ini Saran Dokter

Baca juga: Dianggap Bisa Turunkan Kolesterol, Bolehkan Oatmeal Dimakan dengan Gula dan Susu?

*) Dokter Filsuf Ahli Gizi Komunitas Tan Shot Yen

3 dari 3 halaman

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Konsultasi tanya jawab lainnya dengan dokter di sini

Selanjutnya
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Abdul Haerah HR
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved