Breaking News:

Konsumsi Es Berlebih Sering Disebut Sebagai Pemicu Radang Tenggorokan, Dokter: Enggak Benar Sekali

Penjelasan dokter gizi meluruskan pemahaman masyarakat mengenai es yang dapat sebabkan radang tenggorokan.

Pixabay.com
Ilustrasi seorang wanita terkena radang tenggorokan-Simak penjelasan dokter mengenai alasan es yang tidak dapat sebabkan radang tenggorokan. 

TRIBUNHEALTH.COM - Negara Indonesia adalah negara tropis.

Tak heran banyak anak-anak yang menggemari es untuk dikonsumsi setiap saat terutama pada musim kemarau.

Sayangnya, tidak semua orang tua mengizinkan buah hatinya untuk sering minum es.

Salah satu alasan yang mendasari larangan tersebut adalah karena minum es dapat menjadi penyebab dari terjadinya radang tenggorokan.

Namun, Dokter Filsuf Ahli Gizi Komunitas, Tan Shot Yen berkata sebaliknya.

Baca juga: Penyakit yang Sering Terjadi pada Masyarakat, Apakah Radang Dapat Dicegah? Ini Penjelasan Dokter

Baca juga: Himbauan Dokter Bagi Masyarakat yang Terbiasa Melakukan Pengobatan Sendiri Tanpa Resep Dokter

Menurutnya, es bukanlah penyebab radang tenggorokan.

"Enggak ada pembenaran sama sekali. Sekarang logikanya begini, kalau ada anak operasi amandel, setelah operasi amandel anaknya dikasih ice cream."

"Jadi bukan karena minum es atau dingin-dingin itu sebabkan radang tenggorokan," jelasnya dikutip dari tayangan YouTube Tribunnews.com, (27/3/2021).

Selanjutnya, yang menjadi masalah adalah bila es tersebut terdapat kuman didalamnya.

Salah satu bakteri yang sering menempel pada makanan atau minuman dingin yaitu bskteri salmonella.

Infeksi bakteri salmonella dapat menyebabkan penyakit tifus.

Bentuk bakteri salmonella
Bentuk bakteri salmonella (Pixabay.com)

"Maka itu sebabnya selalu dikatakan, kalau Anda beli makanan, usahakan makanan yang dimasak dengan matang."

"Bahkan dimakan dalam keadaan yang masih panas sebelum terkontaminasi. Selain itu, juga perlu diperhatikan kebersihannya," imbuh Tan.

Selain itu, Tan menambahkan untuk tidak mengonsumsi telur mentah.

Pasalnya telur mentah merupakan media berkembang biaknya bakteri salmonella.

Kemudian Tan mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati.

Hal ini karena penyakit yang disebabkan oleh infeksi pada masyarakat Indonesia terbilang masih tinggi.

"Jadi hati-hati di Indonesia angka infeksi masih tinggi," tandas Tan.

Baca juga: Dianggap Penyakit Kuno, Berikut Berbagai Penyebab dan Ciri-ciri Radang yang Perlu Diketahui

Baca juga: Kenapa Kasus Demam Berdarah Marak Terjadi saat Musim Hujan Dok?

Baca juga: Masyarakat Ragu Cek Kesehatan ke RS karena Covid-19, Ini Saran Dokter

Mencegah Radang

Untuk dapat mengantisipasi infeksi yang disebabkan oleh radang, terdapat cara-cara efektif yang dapat diterapkan. Yaitu:

- Mengonsumsi makanan yang benar

- Menerapkan pola makan yang baik

- Istirahat yang cukup

- Tidur yang cukup

Tan menambahkan, berbagai cara diatas merupakan langkah dalam meningkatkan kekebalan tubuh yang bersifat protektif (melindungi) dan umum.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penjelasan dokter lainnya di sini

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Abdul Haerah HR
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved