TRIBUNHEALTH.COM - Pemanis buatan adalah bahan tambahan makanan yang dimaksudkan untuk mengganti gula.
Gula buatan atau pemanis buatan dibuat untuk meniru rasa gula, tetapi ratusan kali lebih manis daripada gula asli.
Tidak seperti gula, pemanis buatan tidak memberikan kalori atau energi apa pun bagi tubuh, karena tidak dipecah oleh sistem pencernaan.
Baca juga: 8 Makanan Kaya Vitamin E, Selain Bagus untuk Kulit juga Melindungi Sel Tubuh dari Kerusakan

Daftar Pemanis Buatan
FDA mengatur dan menyetujui pemanis buatan, yang dikenal sebagai pemanis intensitas tinggi.
Saat ini ada enam pemanis buatan yang disetujui oleh FDA:
- Sakarin
- Aspartam
- Sukralosa (splenda)
- Kalium asesulfam (Ace-K)
- Neotame
- Advantame
Baca juga: 9 Khasiat Minum Air Biji Chia Setiap Pagi, Salah Satunya Mengelola Gula Darah Diabetes Tipe 2
Dampak Buruk Konsumsi Makanan dan Minuman yang Mengandung Pemanis Buatan
Dilansir dari GoodRx, ada beberapa data awal yang menunjukkan bahwa mungkin ada hubungan antara pemanis buatan dan enam masalah kesehatan berikut.
1. Nafsu makan meningkat
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemanis buatan dapat mengaktifkan jalur di otak yang meningkatkan nafsu makan.
Bukti menunjukkan bahwa mengonsumsi aspartam secara teratur dikaitkan dengan peningkatkan asupan kalori, rasa lapar, dan keinginan untuk mengonsumsi gula.
2. Berat badan bertambah
Kebanyakan orang berasumsi bahwa pemanis buatan tidak mengandung kalori.
Pemanis buatan dapat meningkatkan berat badan seseorang, dengan cara meningkatkan lemak tubuh pada orang dewasa dan BMI (indeks massa tubuh) yang lebih tinggi pada anak-anak.

3. Gula darah tidak terkontrol dengan baik
Meskipun pemanis buatan tidak meningkatkan kadar gula darah, ada beberapa bukti bahwa pemanis buatan dapat meningkatkan kadar insulin dalam darah.
Karena rasanya yang manis, pankreas dapat salah mengira pemanis buatan sebagai gula.
Ada kemungkinan adanya hubungan antara penggunaan pemanis buatan jangka panjang dan resistensi insulin.
Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan ini.
Mengonsumsi pemanis buatan juga dapat meningkatkan frekuensi hipoglikemia reaktif (gula darah rendah setelah makan).
Hal ini karena pemanis buatan dapat menyebabkan peningkatkan insulin, yang menurunkan gula darah.
Jadi, meskipun pemanis buatan tidak meningkatkan gula darah secara langsung, pemanis buatan tetap dapat menyebabkan kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik.
Baca juga: 6 Manfaat Makan Tomat Setiap Hari, Menurunkan Gula Darah hingga Meningkatkan Kesehatan Kulit
4. Perubahan mikrobioma usus
Bakteri dalam usus bereaksi secara berbeda terhadap pemanis buatan dibandingkan dengan gula asli.
Misalnya, sakarin dan sukralosa diketahui dapat mengubah mikrobioma usus.
Pada manusia, keduanya dikaitkan dengan disbiosis, yaitu ketidakseimbangan bakteri baik dan bakteri jahat.
5. Meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung
Sebuah studi besar menemukan bahwa sering mengonsumsi minuman dengan pemanis buatan di usia paruh baya dan lanjut, dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena stroke dan kejadian terkait penyakit jantung.
Namun, diperlukan lebih banyak studi untuk memahami hubungan ini.
Baca juga: 10 Makanan Kaya Serat, Bantu Menjaga Kadar Gula Darah Tetap Stabil Sepanjang Hari
6. Meningkatkan risiko sindrom metabolik
Penelitian telah mengaitkan pemanis buatan dengan perkembangan sindrom metabolik.
Sindrom metabolik adalah istilah untuk sejumlah faktor risiko yang meningkatkan risiko masalah kesehatan utama seperti penyakit jantung, diabetes, dan stroke.
Faktor risiko ini meliputi:
- Lemak di sekitar pinggang
- Tingkat trigliserida tinggi
- Kolesterol HDL (baik) rendah,
- Tekanan darah tinggi
- Gula darah tinggi
Untuk menggantikan pemanis alami, Anda dapat menggunakan gula alami seperti madu, gula kelapa, atau sirup maple murni.
Namun penting untuk diingat, pemanis alami juga tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan.
Baca juga: 7 Potensi Biji Labu untuk Kesehatan, Kendalikan Gula Darah hingga Cegah Sembelit
Baca berita lain seputar kesehatan di sini
(Tribunhealth.com)