Breaking News:

dr. Isrun Masari: Tidak Semua Nyeri Harus Ditangani dengan IPM, Berikut Alasannya

Keluhan nyeri bisa terjadi akibat aktivitas sehari-hari. Nyeri akan semakin parah jika tidak segera diatasi dengan tepat.

kaltim.tribunnews.com
ilustrasi seseorang yang mengalami keluhan nyeri 

TRIBUNHEALTH.COM - Nyeri merupakan keluhan yang bisa dirasakan akibat aktivitas sehari-hari.

Jika sudah mengeluhkan nyeri, tentunya kita harus segera mengobati dan jangan sampai menyepelekan.

Ketika mulai mengeluhkan nyeri, apakah dalam satu kali merasa sudah boleh konsultasi ke dokter dan harus dilakukan IPM?

dr. Isrun Masari menyampaikan, tidak semua nyeri harus ditangani dengan IPM.

Untuk kasus otot dan sendi, hampir setiap individu pasti pernah merasakannya.

Misalnya sakit pinggang diistirahatkan 2 sampai 3 hari dan dioleskan balsem merasa sudah membaik.

ilustrasi seseorang yang mengalami nyeri pundak
ilustrasi seseorang yang mengalami nyeri pundak (tribun.com)

Baca juga: Prosedur dalam Mengatasi Nyeri Kronik Dilakukan Tergantung dari Berat Kelainan yang Timbul

Nyeri otot dan sendi 70 persen bisa ditangani dengan istirahat, obat-obatan, dan fisioterapi.

Tetapi sekitar 30 persen karena satu dan lain hal menjadi nyeri kronik yang tidak selesai.

Sebagai contoh ibu rumah tangga bekerja seperti mencuci, memasak, dll paling banyak mengalami nyeri pada pergelangan tangan atau disebut dengan CTS (Carpal Turnel Syndrome).

Gejala dari CTS ialah kesemutan, kebas karena terdapat saraf mediuanus yang terjepit.

2 dari 3 halaman

Atau bisa saja karena otot yang bekerja terus-menerus, sehingga akan menjadi nyeri.

Baca juga: Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasi Nyeri Bahu dengan Sederhana, Ikuti Tips dr. Isrun Masari Sp.An

dr. Isrun Masari mengatakan, sebenarnya jika nyeri kita beristirahat 3 sampai 4 hari akan berkurang, dan apabila dikompres maka nyeri akan hilang.

Apabila tidak diistirahatkan dan dibiarkan saja, maka lama kelaman dalam jangka panjang akan menjadi nyeri kronik.

Nyeri kronik yang diatasi dengan obat-obatan tidak membaik, salah satu tindakan yang bisa diatasi ialah IPM sehingga pemulihan bisa lebih cepat.

Keluhan nyeri kronik yang timbul terus-menerus selama 3 bulan atau on-off (berulang), misalnya nyeri 3 hari kemudian istirahat 2 hari tidak timbul nyeri.

Intinya adalah, jika nyeri tersebut sudah mengganggu penderita bahkan sudah mengurangi produktivitasnya, maka harus menangani nyeri secara baik.

Baca juga: Metode Penanganan Nyeri IPM Aman bagi Ibu Hamil? Cari Tahu Jawabannya dari dr. Isrun Masari. Sp.An

Karena dalam jangka panjang bisa menjadi lebih buruk bagi pasien, dan produktivitasnya pasti menurun.

Manajemen intervensi atau IPM yang baru berkembang dalam beberapa dekade terajhir, menjadi jembatan antara dua masalah tersebut

Pasien-pasien yang sudah minum obat dengan maksimal, tetapi nyerinya tidak berkurang dan tidak bisa operasi karena satu dan lain hal.

dr. Isrum Masari menyampaikan, di sinilah manajemen intervensi akan dilakukan.

3 dari 3 halaman

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Jabar bersama dengan dr. Isrun Masari Sp.An, FIPM CIPS. Seorang dokter spesialis anastesi dari RSKB Halmahera Siaga.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved