Breaking News:

dr. Achmad Harun : Tanda Gejala Penyakit Stroke yang Perlu Diwaspadai adalah Secara Tiba-tiba

Banyak masyarakat awam yang belum mengetahui tanda dan gejala dari stroke. Bukan hanya usia senja saja, usia muda bisa mengalami stroke.

health.kompas.com
ilustrasi seseorang mengalani tanda dan gejala stroke 

TRIBUNHEALTH.COM - Stroke bukanlah penyakit yang bisa dianggap remeh.

Penyakit stroke ternyata tidak hanya dialami oleh usia senja saja, bahkan beberapa usia muda pun ada yang mengalaminya.

dr. Achmad Harun menyampaikan, tanda gejala stroke yang perlu diwaspadai adalah secara tiba-tiba karena terkait pembuluh darah.

Stroke harus akibat dari pembuluh darah, baik pembuluh darah pecah maupun pembuluh darah tersumbat.

Kata kunci dari penyakit stroke adalah tiba-tiba, seperti tiba-tiba lemas separuh badan, lumpuh, tiba-tiba tidak sadar, mata rabun sebelah, maupun tiba-tiba rasa kebas sebelah.

ilustrasi seseorang mengalani tanda dan gejala stroke
ilustrasi seseorang mengalani tanda dan gejala stroke (health.kompas.com)

Baca juga: Kesulitan Menelan Bisa Menjadi Tanda Awal Stroke, Kenali Gejala Lainnya Berikut Ini

dr. Achmad Harun juga menyampaikan bahwa penyakit stroke ditandai dengan serba tiba-tiba.

Yang paling sering mengalami hanya sebelah, karena otak memiliki 2 bagian yaitu kiri dan kanan.

Bagian kiri dan kanan akan menyilang dibatang otak.

Paling sering hanya mengenai satu bagian otak saja, misalkan mengenai otak kanan maka yang terganggu adalah badan bagian kiri.

dr. Achmad Harun mengatakan bahwa stroke paling sering terjadi hanya sebelah saja, tetapi stroke juga bisa terjadi secara global atau dua bagian yaitu kanan dan kiri biasanya pasien tidak sadar.

Baca juga: Penderita Diabetes Tidak Boleh Memiliki LDL Diatas 70 Guna Mencegah Terjadinya Komplikasi Stroke

2 dari 3 halaman

Beberapa faktor resiko yang menyebabkan terjadinya stroke, sehingga semua faktor resiko ditangani baik makanan maupun obat-obatan.

Pada penderita hipertensi, maka perlu mengurangi makanan yang mengandung garam.

Jika penderita diabeles melitus perlu mengurangi konsumsi karbohidrat dan kadar gula.

Adanya faktor resiko diabetes melitus dan dislipidemia, perlu diketahui bahwa dislipidemia tidak hanya terjadi pada orang yang gemuk tetapi orang kuruspun juga bisa mengalaminya.

dr. Achmad Harun mengatakan, memang pada orang gemuk rata-rata mengalami gangguan metabolik tetapi tidak menutup kemungkinan juga bagi yang tidak obesitas tetapi memiliki faktor resiko yang lain.

Baca juga: Kenali Kumpulan Gejala Stroke Lewat Slogan Segera ke RS

Pola hidup paling menentukan kesehatan, metabolisme tubuh akan baik dengan melakukan olahraga.

Stroke adalah penyakit saraf akibat gangguan vaskular secara tiba-tiba yang akan mengganggu fungsi otak.

Kita ketahui bahwa otak memiliki berbagai macam fungsi, yaitu untuk pergerakan, untuk merasakan, dan untuk kesadaran.

Sehingga gejala-gejalanya tergolong berbagai maca, tetapi yang paling sering adalah gerakan atau motorik.

Terjadi gangguan motorik misalnya lumpuh setengah badan, bicara cadel, rabun secara tiba-tiba, penurunan kesadaran, dan tiba-tiba pingsan.

3 dari 3 halaman

dr. Achmad Harun mengampaikan bahwa yang lazim mengalami stroke adalah usia lanjut, tetapi saat ini malah usia muda juga beresiko mengalami stroke.

Baca juga: Presentasi Kesembuhan Penderita Stroke Sangat Individual, Ini Tergantung Bagian Otak atau Lokasinya

Hal ini terjadi berkaitan dengan life style atau gaya hidup.

Perkembangan pola makan ataupun aktivitas sosial membuat usia muda rentan mengalami stroke.

dr. Achmad Harun menyampaikan, stroke biasanya ialah kumpulan dari beberapa faktor resiko atau penyakit penyerta.

Faktor resiko misalnya kebiasaan merokok, kadar lemak yang tinggi dan hipertensi.

Sudah banyak orang-orang usia produktif yang mengalami stroke dengan memiliki kebiasaan merokok.

Selain itu banyak juga usia muda yang sudah mengalami penyakit gula atau diabetes dan tingginya kadar kolesterol akibat pola makan yang kurang baik dan jarang berolahraga.

Sehingga pada usia produktif pun lumayan banyak dialami.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Timur bersama dengan dr. Achmad Harun Muchsin, Sp.N. Seorang dokter spesialis neurologi RS Ibnu Sina.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved