Breaking News:

dr. Sukarti Bagikan 4 Tips untuk Mencegah Terjadinya Kekambuhan pada Asma, Begini Ulasannya

Menurut dr. Hj. Sukarti, Sp.P., M.Kes, asma dapat kambuh sewaktu-waktu dan membuat penderitanya merasa sangat tidak nyaman.

kompas.com
ilustrasi seseorang yang mengalami asma, begini penjelasan dr. Hj. Sukarti, Sp.P., M.Kes 

TRIBUNHEALTH.COM - Asma ialah salah satu permasalahan pada paru-paru yang ditandai dengan sulit bernapas atau sesak napas.

Kesulitan bernapas atau sesak napas ini terjadi akibat adanya penyempitan pada saluran pernapasan.

Saluran pernapasan penderita asma dinilai lebih sensitif dibandingkan dengan seseorang yang tidak menderita asma.

Asma juga dapat kambuh sewaktu-waktu dan membuat penderitanya merasa sangat tidak nyaman.

Dilansir TribunHealth.com, dr. Hj. Sukarti, Sp.P., M.Kes memberikan penjelasan dalam tayangan YouTube Tribun Lampung News Video.

Baca juga: Kenali Tiga Faktor yang Mendasari Munculnya Asma pada Seseorang, Berikut Ulasan dr. Sukarti

ilustrasi seseorang yang mengalami asma, begini penjelasan dr. Hj. Sukarti, Sp.P., M.Kes
ilustrasi seseorang yang mengalami asma, begini penjelasan dr. Hj. Sukarti, Sp.P., M.Kes (grid.id)

Baca juga: Gejala Asma Tidak Boleh Diremehkan, Berikut Ini dr. Sukarti Paparkan 4 Gejala Khas dari Asma

Untuk menghindari kekambuhan pada asma, dr. Hj. Sukarti, Sp.P., M.Kes bagikan tips seperti berikut.

1. Pahami asma itu sendiri

Untuk mencegah terjadinya kekambuhan pada asma, dr. Sukarti himbau untuk memahami apa sebenarnya asma itu.

Pahami gejala asma seperti apa dan pahami hal-hal yang mendasari munculnya gejala asma.

Gejala asma sendiri dapat muncul karena adanya tiga proses, yaitu hiperaktivitas pada saluran pernapasan, adanya proses peradangan yang menahun, dan hipersekresi pada saluran pernapasan.

2 dari 4 halaman

2. Identifikasi faktor pencetus kekambuhan asma

Selain memahami apa itu asma, penderita asma juga harus mampu mengidentifikasi faktor-faktor pencetus kekambuhan asma.

dr. Sukarti sarankan untuk mencatat hal-hal yang dapat menjadi pencetus asma, karena pencetus ini setiap orang akan berbeda.

Misalnya setelah terkena debu kemudian bersin-bersin, batuk-batuk, dan sesak napas, berarti orang tersebut tidak bisa terkena debu dan harus menghindari debu.

"Jadi harus bisa mengidentifikasi kira-kira faktor pencetusnya apa."

"Banyak faktor pencetusnya, bisa dari serbuk sari, jamur, stres, atau exercise yang berlebihan."

Baca juga: Seseorang Tetap Bisa Hidup Normal meski Punya Riwayat Asma, Perhatikan Tips NHS Berikut Ini

ilustrasi seseorang yang mengalami asma, begini penjelasan dr. Hj. Sukarti, Sp.P., M.Kes
ilustrasi seseorang yang mengalami asma, begini penjelasan dr. Hj. Sukarti, Sp.P., M.Kes (health.kompas.com)

Baca juga: Tidak Hanya Sulit Bernafas, Asma Menimbulkan Gejala seperti Mengi, Batuk-batuk, hingga Nyeri Dada

3. Hindari, kendalikan, dan minimalisir faktor pencetus

Setelah dapat mengidentifikasi faktor pencetus kekambuhan asma, dr. Sukarti tegaskan untuk menghindari dan meminimalisir paparan terhadap faktor pencetus tersebut.

4. Harus tahu penggunaan obat asma

Proses asma sendiri terjadi karena adanya hiperaktivitas pada saluran pernapasan, adanya proses peradangan yang menahun, dan hipersekresi pada saluran pernapasan.

3 dari 4 halaman

Oleh karena itu obat asma ada yang berfungsi sebagai pelega daripada saluran napas.

Menurut penuturan dr. Sukarti, penggunaan obat pelega tidak dapat mengontrol peradangan yang terjadi.

Sehingga rasa lega hanya terjadi sesaat saja, padahal proses radang masih terus berlanjut.

Baca juga: 6 Hal yang Perlu Dilakukan saat Terkena Serangan Asma, Tetap Tenang dan Jangan Panik

ilustrasi seseorang yang mengalami asma, begini penjelasan dr. Hj. Sukarti, Sp.P., M.Kes
ilustrasi seseorang yang mengalami asma, begini penjelasan dr. Hj. Sukarti, Sp.P., M.Kes (grid.id)

Baca juga: Asma Diakibatkan Peradangan yang Mempersempit Saluran Pernapasan dan Sulit Bernapas Lega

Jika proses radang terus berlangsung dapat menyebabkan sel-sel radang merusak saluran napas.

Apabila hal ini terjadi, maka saluran napas tidak akan elastis lagi .

Akhirnya saluran napas akan mengalami perubahan bentuk dan struktur.

Yang tadinya bersifat reversible bisa menjadi irreversible atau tidak dapat kembali ke bentuk semula.

"Jadi asma itu kalau masih ringan tidak terjadi perubahan bentuk dan struktur pada saluran napas."

"Fungsi penggunaan obat secara teratur, adanya pelega dan pengontrol adalah tujuannya agar asmanya terkontrol dengan baik."

"Dan tidak jatuh pada asma yang berat atau tidak sering kambuh."

4 dari 4 halaman

"Kalau asmanya sering kambuh, nanti efeknya juga terjadi penurunan daripada fungsi paru."

Baca juga: dr. Fariz Nurwidya Sp.P : Seseorang dengan Penyakit Asma Memiliki Saluran Pernafasan Lebih Sensitif

Penjelasan ini disampaikan oleh dr. Hj. Sukarti, Sp.P., M.Kes dalam tayangan YouTube Tribun Lampung News Video.

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

(Tribunhealth.com/IR)

Selanjutnya
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved