Breaking News:

Selain Mengetahui Gangguan Irama Jantung, Treadmill Juga Bisa Memeriksa Tanda Penyumbatan Jantung

Menurut dr. Yansen, Sp. JP (K) ketika pasien melakukan treadmill akan dipasangkan 12 kabel yang bertujuan untuk menggambarkan suatu bagian jantung.

health.kompas.com
ilustrasi seseorang yang melakukan treadmill, begini pemaparan Konsultan Kardiologi Intervensi & Aritmia, dr. Yansen, Sp. JP (K) 

TRIBUNHEALTH.COM - Pemeriksaan treadmill atau stress test adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat kinerja jantung selama seseorang melakukan aktivitas fisik.

Aktivitas fisik bisa menyebabkan jantung memompa lebih keras dan cepat.

Dengan melakukan pemeriksaan treadmill juga bisa diketahui adanya masalah aliran darah dalam jantung.

Ketika seseorang melakukan treadmill, maka dokter akan melakukan pemantauan irama jantung, tekanan darah, hingga pernafasan.

dr. Yansen, Sp. JP (K) menjelaskan tujuan dari alat treadmill adalah untuk menilai kemampuan jantung dengan pemberian beban atau aktivitas fisik sesuai dengan kondisi pasien.

Baca juga: Perbaikan Hormon Estrogen Bisa Mengatasi Keluhan ketika Periode Menopause, Begini Pemaparannya

Ilustrasi melakukan treadmill, simak penjelasan Konsultan Kardiologi Intervensi & Aritmia, dr. Yansen, Sp. JP (K)
Ilustrasi melakukan treadmill, simak penjelasan Konsultan Kardiologi Intervensi & Aritmia, dr. Yansen, Sp. JP (K) (lifestyle.kompas.com)

Baca juga: Wanita yang Melakukan Estrogen Replacement Therapy Tak Boleh Miliki Garis Keturunan Kanker Payudara

"Dengan treadmill ini kita diminta untuk exercise (olahraga) namanya stress test atau pembebanan jantung, tujuannya supaya heart ratenya meningkat," ucap dr. Yansen, Sp. JP (K).

Pernyataan ini disampaikan oleh Konsultan Kardiologi Intervensi & Aritmia, dr. Yansen, Sp. JP (K) yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KompasTV program Ayo Sehat edisi 08 September 2022.

"Pada beberapa pasien, ini (treadmill) akan merangsang adrenalin. Ketika adrenalin naik bisa kita lihat nih ada gangguan berdebar atau tidak, muncul enggak gangguan irama jantungnya atau aritmianya," jelas dr. Yansen, Sp. JP (K).

"Kalau heart ratenya naik terus kita pantau ada gangguan irama jantung apa enggak," kata Konsultan Kardiologi Intervensi & Aritmia, dr. Yansen, Sp. JP (K).

Baca juga: Ketahui Beberapa Hal yang Bisa Dipersiapkan oleh Wanita Sejak Dini Sebelum Mengalami Menopause

ilustrasi seseorang yang mengalami gangguan irama jantung, begini ulasan Konsultan Kardiologi Intervensi & Aritmia, dr. Yansen, Sp. JP (K)
ilustrasi seseorang yang mengalami gangguan irama jantung, begini ulasan Konsultan Kardiologi Intervensi & Aritmia, dr. Yansen, Sp. JP (K) (health.grid.id)

Baca juga: Berikut Ulasan Mayor Kes dr. Dedi Purnomo Sp.M Mengenai Bintitan, Salah Satu Keluhan pada Mata

"Kalau ada gangguan irama jantung, misalnya ada irreguler (tidak teratur) atau ada denyut tambahan atau gangguan irama yang lain tiba-tiba denyutnya langsung naik dari 100 terus langsung jadi 200 atau 180 berarti ada gangguan irama jantung," pungkas Konsultan Kardiologi Intervensi & Aritmia, dr. Yansen, Sp. JP (K).

2 dari 2 halaman

Selain itu, treadmill juga berfungsi memeriksa apakah terdapat tanda-tanda penyumbatan jantung atau tidak.

Menurut Konsultan Kardiologi Intervensi & Aritmia, dr. Yansen, Sp. JP (K) ketika pasien melakukan treadmill akan dipasangkan 12 kabel yang bertujuan untuk menggambarkan suatu bagian jantung.

Sehingga setiap area jantung tergambar pada EKG atau elektrokardiogram.

"Dengan demikian kita bisa tau kalau ada gangguan irama jantung, kita tahu fokusnya ada dimana, sumber kelainannya ada dimana atau misalnya ternyata ada tanda-tanda penyumbatan pembuluh darah jantung kira-kira pembuluh darah sebelah mana," sambung Konsultan Kardiologi Intervensi & Aritmia, dr. Yansen, Sp. JP (K).

Menurutnya, setiap kabel yang pasangkan pada dada pasien menggambarkan kondisi jantung pasien.

Baca juga: Tulang yang Sudah Lepas Pen Lebih Kuat Dibanding yang Terpasang Pen, Apakah Anggapan itu Benar?

Ilustrasi gangguan irama jantung, begini penuturan Konsultan Kardiologi Intervensi & Aritmia, dr. Yansen, Sp. JP (K)
Ilustrasi gangguan irama jantung, begini penuturan Konsultan Kardiologi Intervensi & Aritmia, dr. Yansen, Sp. JP (K) (Pixabay)

Baca juga: Wanita yang Mengalami Menopause Menjadi Rentan Terkena Penyakit, Salah Satunya Infeksi Saluran Kemih

Berdasarkan penuturan Konsultan Kardiologi Intervensi & Aritmia, dr. Yansen, Sp. JP (K), pemeriksaan treadmill tidak terbatas pada usia.

Bahkan ada beberapa pasien di usia 20 tahun an sudah mulai melakukan pemeriksaan ini apabila mengalami keluhan jantung berdebar.

Baca juga: Pemeriksaan yang Harus Dilakukan untuk Menegakkan Diagnosa Kanker Payudara

Penjelasan Konsultan Kardiologi Intervensi & Aritmia, dr. Yansen, Sp. JP (K) dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KompasTV program Ayo Sehat edisi 08 September 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved