Breaking News:

Pemeriksaan yang Harus Dilakukan untuk Menegakkan Diagnosa Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan masalah kesehatan yang dapat mengancam jiwa. Untuk mengetahui kesehatan payudara, tentunya perlu dilakukan teknik SADARI.

health.grid.id
ilustrasi tes kesehatan kanker payudara 

TRIBUNHEALTH.COM - Kanker payudara merupakan penyakit yang membahayakan kesehatan. 

Masih banyak masyarakat yang kurang aware tentang kanker payudara.

Apa yang harus dilakukan untuk menegakkan diagnosa kanker payudara?

dr. Upick menyampaikan, jika pasien sudah melakukan SADARI dan merasa ada sesuatu yang harus diperiksa misalkan benjolan maka segera memeriksakan diri ke dokter bedah onkologi.

Dokter akan bertanya atau melakukan anamnesis ke pasien dengan memeriksa benjolan tersebut .

Ketika dilakukan pemeriksaan fisik, maka dokter akan memeriksa benjolan.

Apabila terdapat benjolan nyata, pasien akan dikirim ke dokter patologi.

ilustrasi tes kesehatan kanker payudara
ilustrasi tes kesehatan kanker payudara (health.grid.id)

Baca juga: dr. Upick A. Miskad, Ph.D., Sp.PA Paparkan Faktor dan Risiko Kanker Payudara

Di lab patologi anatomi, jaringan benjolan akan diambil sedikit.

Terdapat pemeriksaan yang bernama FNA (fine needle aspiration), yakni jaringan dari benjolan diambil sedikit dan diambil menggunakan jarum yang halus.

Setelah diambil sampelnya, maka dilanjutkan pemeriksaan dan dilihat melalui mikroskop.

2 dari 4 halaman

Jika sudah 30 menit barulah bisa ditegakkan diagnosis sebagai tumor atau bukan dan jinak atau ganas.

Selain pemeriksaan FNA mungkin bisa juga dengan USG, mamografi.

Apabila pemeriksaan belum jelas mengenai benjolannya, maka dilakukan mamografi.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Tumor dan Kanker Payudara yang Disampaikan dr. Upick A. Miskad, Ph.D., Sp.PA

Mamografi merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk wanita yang di atas usia 40 tahun.

Sedangkan USG merupakan pemeriksaan yang bisa dilakukan pada semua usia.

Itulah pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk penegakkan diagnosis kanker payudara.

Kanker payudara merupakan penyakit yang mengancam kesehatan.

Jika pada payudara terdapat benjolan yang tidak biasa, maka kita harus aware dan melakukan pemeriksaan secara dini.

Perlu diketahui bahwa sangat penting untuk melakukan teknik SADARI setiap selesai menstruasi.

Baca juga: Biasakan SADARI Setiap Bulan setelah Menstruasi, Berikut Alasannya

Tujuan dari SADARI adalah mengetahui kondisi payudara apakah terdapat benjolan, puting berair, kulit memerah dan keriput.

3 dari 4 halaman

Bagaimana langkah paling awal yang harus dilakukan jika menemukan benjolan pada payudara?

dr. Upick menyampaikan, jika benjolan tersebut adalah tumor biasanya tidak sakit.

Orang cenderung membiarkan masalah tersebut.

Kalaupun benjolan tersebut terasa sakit, kemungkinan hanya mengalami infeksi saja atau mastitis.

Kadang-kadang pada ibu menyusui mengalami infeksi, terdapat benjolan dan terasa sakit.

Baca juga: Langkah Paling Awal yang Harus Dilakukan jika Menemukan Benjolan pada Payudara

Biasanya benjolan karena tumor tidak terasa sakit, karena tidak ada keluhan apapun sehingga dibiarkan saja.

Jika menemukan benjolan pada payudara, jangan panik.

Meskipun kita merasa panik, tetapi kita harus mengontrol dan berpikir harus kemana ketika menemukan benjolan tersebut.

Benjolan pada payudara jangan sampai dipijit-pijit agar berukuran kecil, tentu saja hal tersebut tidak bisa.

Perlu diketahui bahwa benjolan tersebut ada yang padat dan ada yang kistik (berisi cairan).

4 dari 4 halaman

Setelah menemukan benjolan pada payudara, sebaiknya segera ke dokter spesialis bedah onkologi.

Baca juga: Peringati Bulan Peduli Kanker Payudara, Ayo Lakukan SADARI dan SADANIS Mulai Sekarang

Ketika dokter bedah onkologi melakukan pemeriksaan dan benjolan tersebut jelas, maka pasien akan dirujuk untuk melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis patologi anatomi.

Dokter spesialis patologi anatomi akan memeriksa sel-sel tersebut untuk mengetahui apakah benjolan termasuk tumor.

Jika sel tersebut merupakan tumor, apakah tumor tersebut termasuk jinak atau ganas.

dr. Upick menyampaikan, jangan malu ataupun merasa takut.

Apabila benjolan tersebut segera diangkat, maka akan cepat ditangani oleh dokter dan survival rate akan lebih lama.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Timur bersama dengan dr. Upick A. Miskad, Ph.D., Sp.PA(K). Seorang dokter spesialis patologi anatomi.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved