Breaking News:

Peringati Bulan Peduli Kanker Payudara, Ayo Lakukan SADARI dan SADANIS Mulai Sekarang

Dalam rangka memperingati bulan peduli Kanker payudara, pentingnya lakukan SADARI dan SADANI untuk deteksi kanker payudara.

health.grid.id
Ilustrasi antisipasi kanker payudara-pentingnya lakukan SADARI dan SADANI untuk deteksi kanker payudara. 

TRIBUNHEALTH.COM - Dalam rangka memperingati bulan peduli Kanker payudara, Ibu Ida Budi G. Sadikin mendampingi Ibu Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin meninjau sosialisasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) yang digelar di Rumah Dinas Gubernur Jambi, pada Kamis (20/10).

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PPK) juga masyarakat umum akan pentingnya melakukan deteksi dini kanker payudara, yang merupakan kanker terbanyak di Indonesia.

“bertujuan untuk menemukan benjolan dan tanda-tanda lain pada payudara sedini mungkin agar dapat dilakukan tindakan secepatnya” ujar Ida dilansir Tribunhealth.com dari situs resmi sehatnegeriku.kemkes.go.id.

Baca juga: Macam Pemeriksaan untuk Diagnosa Kanker Payudara menurut dr. Upick A. Miskad, PhD., Sp.PA(K)

Ibu Ida menjelaskan bahwa SADARI dan SADANIS merupakan kegiatan pemeriksaan payudara secara rutin setiap bulannya.

SADARI merupakan pemeriksaan payudara sendiri, sehingga tidak memerlukan alat-alat khusus. SADARI dilakukan dengan meraba dan melihat payudara sendiri.

Jika selama pemeriksaan menemukan benjolan atau perubahan pada payudara bisa diketahui sejak dini.

Antisipasi kanker payudara dengan teknik sadari
Antisipasi kanker payudara dengan teknik sadari (jateng.tribunnews.com)

Karena itu SADARI penting dilakukan selama 7-10 hari setiap bulannya setelah menstruasi.

"Dengan melakukannya secara rutin, kita bisa tahu kalau ternyata ada yang beda dengan payudara kita, sehingga bisa segera dilakukan pemeriksaan lanjutan,” terang Ida.

SADANIS atau pemeriksaan payudara klinis harus dilakukan oleh tenaga kesehatan baik dokter, bidan, ataupun petugas kesehatan lain yang terlatih.  Dilakukan mulai dari inspeksi payudara hingga palpasi di seluruh area payudara.

Baca juga: Jenis Terapi yang Dianjurkan Obati Kanker Payudara, Ketahui dari dr. Upick A. Miskad, PhD., Sp.PA(K)

Pihaknya kembali menekankan bahwa deteksi dini kanker payudara sangat penting dilakukan mengingat penyakit ini sangat sulit disembuhkan.

2 dari 2 halaman

Kanker payudara merupakan kanker dengan jumlah terbanyak. Di tahun 2020, kasus baru kanker payudara mencapai 65.858 kasus dan jumlah kematian 22.430 orang.

Ilustrasi penyembuhan kanker payudara
Ilustrasi deteksi kanker payudara (kompas.com)

Selain itu, sekitar 60-70 persen pasien kanker payudara di Indonesia didiagnosis pada stadium lanjut (III dan IV). Hal ini mengakibatkan kualitas hidup penderitanya rendah dan beban pembiayaan yang kian besar.

Untuk itu, pihaknya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan kader PKK tersebut sebagai bagian penting untuk meminimalisir risiko terjadinya kanker payudara.

Baca juga: Dokter: Jangan Malu Derita Kanker Payudara, Segera Lakukan Penanganan Tepat

“Saya mengucapkan terima kasih sekali lagi karena yang menjadi ujung tombak kesehatan untuk penduduk di desa-desa adalah ibu-ibu kader semua. Jadi semangat selalu ibu-ibu kader, kami ibu-ibu OASE di sini akan selalu mendukung ibu-ibu semua,” ucap Ibu Ida.

Terakhir, Ibu Ida berharap kegiatan sosialisasi dan edukasi SADARI ini tidak dilaksankan hanya saat bulan peduli Kanker payudara, tetapi dapat dilanjutkan dengan melibatkan seluruh pihak agar dapat menjangkau masyarakat luas khususnya para wanita.

(TRIBUNHEALTH)

Selanjutnya
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved