Breaking News:

Masih Membingungkan Bagi Sebagian Orang, Ini Bedanya Ejakulasi Dini dan Disfungsi Ereksi

Baik ejakulasi ini maupun disfungsi ereksi merupakan masalah seksual yang mempengaruhi keharmonisan hubungan suami istri.

kompas.com
ilustrasi pria yang mengalami maslaah disfungsi ereksi 

TRIBUNHEALTH.COM - Baik ejakulasi dini maupun disfungsi ereksi merupakan masalah seksual yang terjadi pada pria.

Ejakulasi dini merupakan kondisi ejakulasi saat pria dan wanita melakukan hubungan intim, ejakulasinya terjadi sebelum saat yang diinginkan oleh sang pria maupun pasangannya.

Bagi sebagian orang membingungkan perbedaan antara ejakulasi dini dan disfungsi ereksi.

dr. Dandy Tanuwidjaja menyampaikan, pada ejakulasi dini ereksi baik-baik saja.

Baik-baik saja dalam artian penis bisa ereksi dengan maksimal, tetapi ejakulasi keluar lebih cepat dibanding yang diharapkan oleh pasien dan pasangannya.

ilustrasi disfungsi ereksi pada pria
ilustrasi disfungsi ereksi pada pria (freepik.com)

Baca juga: Ketahui Beberapa Penyebab Ejakulasi Dini pada Pria

Sedangkan pada kondisi disfungsi ereksi, ereksinya justru yang terganggu.

Maksud dari ereksi yang terganggu yakni tidak bisa ereksi sama sekali atau ereksinya tidak maksimal (tidak keras).

dr. Dandy Tanuwidjaja mengatakan, beberapa pasien yang bertanya bahwa mereka masih bisa ereksi tetapi tidak maksimal dan apakah termasuk disfungsi ereksi.

Perlu diketahui bahwa ereksi yang tidak maksimal termasuk dari disfungsi ereksi.

Suatu kondisi disebut ejakulasi dini terdapat kriteria, yakni :

2 dari 3 halaman

- Waktu

Dari segi waktu ejakulasi terjadi sebelum penetrasi atau kurang dari 1 sampai 3 menit setelah penetrasi terjadi.

Baca juga: Waspada, Disfungsi Ereksi Tak Hanya Terjadi pada Usia Lanjut Tetapi Bisa Mengintai Usia Muda

Kenapa 1 sampai 3 menit? karena secara medis dikenal terdapat dua jenis ejakulasi dini yaitu Lifelong dan Acquired.

Pada lifelong, ejakulasi dini dialami setiap saat sejak pria memulai aktivitas seksual dan terjadi secara terus menerus bahkan tidak pernah mengalami ejakulasi yang normal.

Sedangkan acquired artinya diperoleh, pada masa mudanya pernah mengalami ejakulasi yang normal tetapi beberapa saat dalam hidupnya terjadi ejakulasi dini.

- Adanya ketidakmampuan pria untuk mengontrol terjadinya ejakulasi

dr. Dandy Tanuwidjaja menyampaikan, sebenarnya dari diri seorang pria terdapat kemampuan untuk mengontrol.

Baca juga: Berikut Ini Makanan yang Bermanfaat untuk Orang dengan Disfungsi Ereksi

Ketika ada sensasi bahwa ejakulasi sesaat lagi akan terjadi, normalnya pria bisa mengontrol agar ditunda atau ditahan.

Jika tidak ada kemampuan untuk menahan atau mengontrolnya, maka termasuk salah satu dari kriteria ejakulasi dini.

- Disebut ejakulasi dini jika kondisi ini mengganggu

3 dari 3 halaman

Kata mengganggu dalam artian mengganggu secara psikis dari dalam diri pasien.

Misalnya mengalami rasa minder, menghindari aktivitas seksual, atau bahkan pada beberapa kasus juga mengganggu hubungan antara pasangannya.

Baca juga: dr. Binsar Sebut Dampak Onani Baru Terasa saat Berumah Tangga, Rawan Alami Ejakulasi Dini

dr. Dandy Tanuwidjaja menegaskan, disebut ejakulasi dini jika memenuhi kriteria yang disebut diatas.

Sebagian faktor penyebab ejakulasi dini lebih mengarah ke psikis atau psikologis seseorang.

Tetapi terdapat beberapa kondisi biologis atau organik yang bisa menyebabkan ejakulasi dini.

Misalkan seperti infeksi saluran kencing atau prostatitis, bisa juga kondisi obesitas.

Menurut penelitian obesitas meningkatkan resiko 3 kali lipat terjadinya ejakulasi dini.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Cirebon bersama dengan dr. Dandy Tanuwidjaja, Sp.U. Seorang dokter spesialis urologi.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved