Breaking News:

Tiga Metode Penanganan Recurrent Aphthous Stomatitis Menurut Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut

Menurut drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D tata laksana atau penanganan recurrent aphthous stomatitis bisa dibedakan menjadi tiga.

freepik.com
ilustrasi seseorang yang mengalami sariawan, begini penjelasan drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D 

TRIBUNHEALTH.COM - Recurrent aphthous stomatitis (RAS) adalah salah satu penyakit rongga mulut yang paling sering terjadi.

Etiologi sariawan kategori recurrent aphthous stomatitis (RAS) hingga kini masih belum diketahui dengan pasti.

Kendati demikian, recurrent aphthous stomatitis (RAS) memiliki banyak faktor predisposisi yang dicurigai bisa menyebabkan lesi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut, drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk.

Faktor predisposisi seperti trauma lokal berulang, kelainan sistemik, kelainan imunologis, faktor genetik, alergi, defisiensi nutrisi, sampai infeksi mikrobial.

Baca juga: Benarkah Kondisi Kesehatan Memengaruhi Terjadinya Mood Swing? Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi Menjawab

ilustrasi seseorang yang mengalami sariawan, simak ulasan drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D
ilustrasi seseorang yang mengalami sariawan, simak ulasan drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D (lampung.tribunnews.com)

Baca juga: Pentingnya Cek Kesehatan Mata agar Terhindar dari Berbagai Penyakit Mata yang Gejalanya Tak Disadari

Tata laksana recurrent aphthous stomatitis

Penanganan dari recurrent aphthous stomatitis biasanya dilakukan berdasarkan faktor predisposisi yang paling dominan pada pasien tersebut.

Secara garis besar, tata laksana atau penanganan recurrent aphthous stomatitis bisa dibedakan menjadi tiga, yakni perawatan non farmakologis, terapi farmakologis (analgesik atau antiinflamasi dan antibiotik topikal), serta terapi kortikosteroid topikal.

"Namun saya selalu berpikir bahwa yang paling membedakan adalah karakter atau pribadi seseorang," ucap Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut, drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D.

"Orang dengan sariawan yang berat sekalipun tetapi karena dia tidak merasa sesuatu itu parah, biasanya akan lebih mudah sembuh atau lebih cepat hilang rasa sakitnya," tutur Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut, drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D.

2 dari 2 halaman

Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut, drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D menambahkan jika dalam waktu 2 minggu tidak ada tanda kesembuhan, rasa sakit tidak berkurang, bentuk atau diameter sariawan tidak berkurang, maka harus segera dijadwalkan untuk menemui dokter gigi.

Baca juga: Jangan Asal Membeli Behel di Online Shop Tanpa Rekomendasi dari Dokter Gigi, Begini Dampaknya

ilustrasi seseorang yang mengalami sariawan, simak ulasan drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D
ilustrasi seseorang yang mengalami sariawan, simak ulasan drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D (freepik.com)

Baca juga: Kenali Glaukoma yang Dianggap sebagai Si Pencuri Penglihatan, Simak dr. Muhammad Irfan K, M.Kes Sp.M

Dengan begitu dokter akan membantu untuk mengarahkan apakah benar kondisi ini termasuk sariawan yang masuk ke dalam kategori recurrent aphthous stomatitis (RAS) atau sariawan jenis yang lain yang perlu diwaspadai.

Berdasarkan keterangan Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut, drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D terdapat sariawan yang tidak berpotensi ke arah keganasan seperti recurrent aphthous stomatitis (RAS) dan ada yang berpotensi ganas, artinya dia bisa berubah menjadi ganas dan juga tidak.

Oleh sebab itu, kondisi tersebut tetap harus diwaspadai oleh setiap individu.

Selain itu, ada juga yang memang sejak muncul di dalam rongga mulut sudah merupakan keganasan.

Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut, drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D memaparkan jika terdapat ciri-cirinya tersendiri, salah satunya jika sariawan tersebut dalam dua minggu tidak ada respon perubahan sama sekali.

Baca juga: Apakah Seorang Wanita yang Memiliki Miom Masih Bisa Hamil? Begini Penjelasan dr. William Halim

ilustrasi sariawan, begini kata drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D
ilustrasi sariawan, begini kata drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D (grid.id)

Baca juga: Metode Operasi yang Dapat Dilakukan Oleh Penderita Miom, Berikut Ulasan dr. William Halim, Sp.OG

Meskipun sudah berkumur dengan obat kumur dan menggunakan obat yang disarankan oleh dokter gigi tidak ada respon sama sekali, idealnya segera diwaspadai dan bertanya kepada dokter gigi agar dibantu mengarah ke mana jenis sariawannya.

Baca juga: Dengan Memperkuat Lapisan Epitelium, Diharapkan Dapat Mengurangi Tingkat Keparahan Sariawan

Penjelasan Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut, drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 19 Februari 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved