Breaking News:

Kanker Serviks Menempati Peringkat Kedua yang Sering Menyerang Wanita, Ketahui Penyebabnya

Menurut dr. G. Iranita Dyantika penyebab kanker rahim dan kanker serviks adalah sama, yaitu disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV.

kompas.com
ilustrasi kanker serviks, begini pemaparan dr. G. Iranita Dyantika 

TRIBUNHEALTH.COM - Kanker serviks merupakan kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim, kanker ini adalah salah satu kanker yang mematikan.

Secara umum, kanker ini berkembang perlahan dan baru menunjukkan gejala ketika sudah memasuki stadium lanjut.

Kanker serviks menempati peringkat kedua yang sering menyerang wanita

dr. G. Iranita Dyantika mengatakan jika di Indonesia kanker serviks menempati peringkat ke-2 sebagai jenis kanker yang sering menyerang wanita.

Biasanya pengobatan kanker serviks dilakukan dengan tindakan bedah atau kemoterapi.

Baca juga: Jangan Asal Membeli Behel di Online Shop Tanpa Rekomendasi dari Dokter Gigi, Begini Dampaknya

ilustrasi kanker serviks, simak penjelasan dr. G. Iranita Dyantika
ilustrasi kanker serviks, simak penjelasan dr. G. Iranita Dyantika (tribunnews.com)

Baca juga: Kenali Glaukoma yang Dianggap sebagai Si Pencuri Penglihatan, Simak dr. Muhammad Irfan K, M.Kes Sp.M

Namun adapula pengobatan tanpa operasi yaitu dengan menggunakan metode dr. Ibnu Sina.

Pernyataan ini disampaikan oleh Praktisi Kesehatan, dr. G. Iranita Dyantika dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Bincang Kita.

Perbedaan pengobatan metode operasi dan metode dr. Ibnu Sina

dr. G. Iranita Dyantika menjelaskan perbedaan antara pengobatan yang menggunakan metode operasi dan metode dr. Ibnu Sina.

"Pada dasarnya untuk pengobatan awalnya mendiagnosa pasien sama dengan dokter-dokter spesialis yang lain," terang dr. G. Iranita Dyantika.

2 dari 4 halaman

"Yang membedakan adalah di mana tidak menggunakan operasi dan kemoterapi," timpal dr. G. Iranita Dyantika.

Baca juga: Segera Buang Sikat Gigi yang Rusak Bila Tak Ingin Alami Gigi Sensitif, Simak Penuturan Dokter

ilustrasi kanker serviks, begini penuturan dr. G. Iranita Dyantika
ilustrasi kanker serviks, begini penuturan dr. G. Iranita Dyantika (tribunnews.com)

Baca juga: Perbedaan EVLA dengan Teknik Pembedahan Konvesional dalam Atasi Varises, Simak Kata Dokter Berikut

Obat yang digunakan dalam metode dr. Ibnu Sina adalah kimia organik di mana menggunakan bahan-bahan alami.

Pasalnya metode tersebut memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar kita.

Di mana jika beberapa zat digabungkan menjadi satu mampu untuk memutus sel kanker serviks.

Karena pada dasarnya kanker gemar membuat pembuluh darah baru di mana sel kanker akan terus berkembang.

Pasalnya pada metode dr. Ibnu Sina dapat memutus penyebaran sel kanker agar sel kanker tidak lagi mendapat suplai makanan kembali.

Tentunya dalam proses memutus penyebaran sel kanker memanfaatkan bahan-bahan alami.

Berdasarkan penuturan dr. G. Iranita Dyantika, metode ini tidak menggunakan kimia buatan, namun menggunakan kimia organik.

Selain menggunakan kimia organik, pada awalnya metode dr. Ibnu Sina juga berbarengan dengan ilmu kedokteran yang berkembang saat ini yakni terintegrasi.

Yang mana pasien awalnya akan mengalami rasa nyeri, sehingga dokter akan memberikan atau meresepkan obat anti nyeri.

Baca juga: Macam-macam Keluhan yang Timbul saat Terkena TBC, Dokter Sebut Demam hingga Berat Badan Menurun

Ilustrasi letak kanker serviks, simak keterangan dr. G. Iranita Dyantika
Ilustrasi letak kanker serviks, simak keterangan dr. G. Iranita Dyantika (style.tribunnews.com)

Baca juga: Metode Operasi yang Dapat Dilakukan Oleh Penderita Miom, Berikut Ulasan dr. William Halim, Sp.OG

3 dari 4 halaman

Ketahui penyebab kanker rahim dan serviks

dr. G. Iranita Dyantika menerangkan jika penyebab kanker rahim dan kanker serviks adalah sama, yaitu disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV.

Awal mula terjadinya kanker rahim dan kanker serviks adalah disebabkan oleh virus.

Menurut penjelasan dr. G. Iranita Dyantika. dalam pengobatan kanker rahim dan kanker serviks memerlukan terapi khusus.

Hal ini karena dokter fokus pada 2 hal.

Pertama, dokter harus menghilangkan virus HPV.

Kedua, dokter harus mencegah agar kanker tidak berkembang atau menyebar.

Inilah alasan mengapa dokter harus fokus akan 2 hal tersebut.

Baca juga: Apakah Seorang Wanita yang Memiliki Miom Masih Bisa Hamil? Begini Penjelasan dr. William Halim

Penjelasan Praktisi Kesehatan, dr. G. Iranita Dyantika dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Bincang Kita edisi 08 November 2021.

(Tribunhealth.com/DN)

4 dari 4 halaman

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved