Breaking News:

5 Fakta Seputar Penyakit Hati Berlemak, Gejalanya Termasuk Gatal yang Tak Kunjung Sembuh

Saat hati mulai rusak karena banyaknya lemak, bisa muncul tanda berupa gatal-gatal yang tak kunjung sembuh

Freepik.com
Ilustrasi gatal yang tak kunjung sembuh bisa menjadi tanda masalah liver 

TRIBUNHEALTH.COM - Penyakit hati berlemak (non-alkohol) mencakup berbagai kondisi hati yang tidak terkait dengan alkohol.

Seperti namanya, penyebab utama penyakit hati berlemak adalah terlalu banyak lemak yang disimpan di hati.

Jika tidak segera dideteksi, kondisi ini dapat menyebabkan jaringan parut hati dan pada akhirnya memicu gagal hati dan kanker hati.

Seperti halnya kondisi medis lainnya, semakin cepat seseorang melihat tanda-tandanya, semakin cepat pula bisa mendapatkan perawatan.

Namun, tahap awal penyakit hati berlemak sering kali tidak menunjukkan gejala apa pun.

Dilansir TribunHealth.com dari Express.co.uk pada Rabu (28/9/2022), berikut ini sederet fakta mengenai penyakit hati berlemak non-alkohol, termasuk gatal-gatal yang bisa menjadi gejalanya.

Gatal-gatal menjadi gejala kerusakan hati

ilustrasi gatal-gatal bisa menjadi gejala hati berlemak
ilustrasi gatal-gatal bisa menjadi gejala hati berlemak (jogja.tribunnews.com)

Gejala mungkin saja baru terasa ketika hati berlemak menjadi penyakit yang lebih agresif, yakni steatohepatitis non-alkohol (NASH), yang berarti mungkin ada peradangan dan kerusakan sel hati.

Menurut John Hopkins Medicine, salah satu tanda NASH adalah "gatal yang berlangsung lama".

“NASH yang berubah menjadi sirosis dapat menyebabkan gejala seperti retensi cairan, pendarahan internal, pengecilan otot, dan kebingungan," kata lembaga tersebut.

2 dari 3 halaman

“Orang dengan sirosis dari waktu ke waktu dapat mengalami gagal hati dan membutuhkan transplantasi hati.”

Baca juga: 5 Fakta Gatal pada Anak Akibat Ulat Bulu, Manfaatkan Selotip untuk Bersihkan Bulu yang Menempel

Gejala lain

Ilustrasi kelelahan akibat hati berlemak
Ilustrasi kelelahan akibat hati berlemak (Pexels)

Gejala lain dari NASH meliputi:

  • Kelelahan parah
  • Kelemahan
  • Penurunan berat badan
  • Menguningnya kulit atau mata
  • Pembuluh darah seperti laba-laba di kulit.

Baca juga: Gampang Lelah Bisa Jadi Tanda Defisiensi B12, Berikut Ini Sederet Gejala Lainnya

Empat tahap hati berlemak

ilustrasi kerusakan hati
ilustrasi kerusakan hati (intisari.grid.id)

Ada empat tahap penyakit hati berlemak, seperti yang terdaftar oleh NHS.

  • Steatosis – Penumpukan lemak yang sebagian besar tidak berbahaya di sel-sel hati.
  • Steatohepatitis non-alkohol (NASH) – Bentuk penyakit yang lebih serius, di mana hati meradang.
  • Fibrosis – Peradangan yang terus-menerus menyebabkan jaringan parut di sekitar hati dan pembuluh darah di sekitarnya, tetapi hati masih dapat berfungsi secara normal.
  • Sirosis – Tahap yang paling parah, di mana hati menyusut dan menjadi bekas luka dan kental.

Ini permanen dan dapat menyebabkan gagal hati dan kanker hati.

Baca juga: Diet Keto Masih Kontroversial, Penelitian Sebut Bisa Sebabkan Masalah Kardiovaskuler dan Liver

Faktor risiko

ilustrasi seseorang yang mengalami obesitas
ilustrasi seseorang yang mengalami obesitas (health.kompas.com)

Meskipun tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan penyakit hati berlemak, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risikonya.

Ini termasuk:

  • Menjadi gemuk atau kelebihan berat badan
  • Memiliki diabetes tipe 2
  • Mengalami resistensi insulin, seperti sindrom ovarium polikistik
  • Tiroid yang kurang aktif
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol Tinggi
  • Sindrom metabolik (kombinasi diabetes, tekanan darah tinggi dan obesitas)
  • Berusia di atas 50
  • Merokok.

Baca juga: Lakukan 5 Hal Ini untuk Mendukung Diet Penurunan Berat Badan, Jangan Makan Sambil Nonton Televisi

Pentingnya gaya hidup sehat

Ilustrasi orang yang berusaha menurunkan berat badan, bisakah hanya menghilangkan lemak di punggung lewat diet?
Ilustrasi orang yang berusaha menurunkan berat badan, bisakah hanya menghilangkan lemak di punggung lewat diet? (Freepik)
3 dari 3 halaman

Setiap orang disarankan untuk mencoba mengikuti gaya hidup sesehat mungkin untuk mengurangi risiko.

Gaya hidup yang dimaksud termasuk:

  • Menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan.
  • Makan makanan seimbang yang tinggi buah-buahan, sayuran, protein dan karbohidrat,
  • tetapi rendah lemak, gula dan garam
  • Berolahraga secara teratur
  • Berhenti merokok.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved