Breaking News:

Kebiasaan Makan pada Malam Hari Tingkatkan Risiko Diabetes

Peneliti menyoroti kebiasaan makan pada malam hari yang berisiko sebabkan diabetes

Pexels
Ilustrasi penderita diabetes 

TRIBUNHEALTH.COM - Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances menemukan bahwa pekerja shift malam yang makan di malam hari menderita intoleransi glukosa, sementara mereka yang hanya makan di siang hari tidak mengalami masalah serupa.

Intoleransi glukosa adalah tanda peringatan dini bahwa tubuh tidak lagi mampu menyerap gula dari aliran darah ke dalam sel.

Jika berkembang menjadi diabetes tipe 2, ada risiko kondisi serius seperti stroke dan penyakit jantung yang mengintai, dilansir TribunHealth.com dari Express.co.uk.

Baca juga: Sejumlah Buah Ini Tinggi Indeks Glikemik, Penderita Diabetes Tak Boleh Kebanyakan

Ilustrasi diabetes
Ilustrasi diabetes (Pixabay)

Dalam studi tersebut, peneliti membagi 19 pekerja shift malam yang sehat menjadi dua kelompok.

Satu kelompok makan pada shift malam mereka sementara yang lain makan di siang hari.

Kelompok kedua secara alami bekerja sesuai ritme sirkardian, yakni makan pada siang hari.

Hasilnya, peserta yang makan di malam hari mengalami peningkatan kadar glukosa darah, sementara mereka yang makan hanya di siang hari tidak mengalami perubahan.

Baca juga: 9 Makanan yang Perlu Dibatasi Penderita Hipertensi, Termasuk Saus Tomat dan Kecap

Temuan ini menyiratkan bahwa waktu makan yang terlambat bertanggung jawab atas intoleransi glukosa.

Salah satu penulis studi, Frank A.J.L. Scheer, mengatakan dalam siaran pers.

"Dari peserta yang diteliti, mereka yang mengalami gangguan terbesar pada sistem sirkadian mereka ... menunjukkan penurunan toleransi glukosa terbesar."

Ilustrasi tak menjaga pola makan
Ilustrasi tak menjaga pola makan (lifestyle.kompas.com)

Makan di malam hari juga mengurangi fungsi sel beta pankreas.

Para peneliti mengatakan ini juga berdampak pada pemrosesan gula tubuh.

Sel beta membuat insulin, hormon utama yang memproses gula.

"Hasil ini menunjukkan bahwa waktu makan terutama bertanggung jawab atas efek yang dilaporkan pada toleransi glukosa dan fungsi sel beta, mungkin karena ketidakselarasan 'jam' pusat dan periferal di seluruh tubuh," tulisnya.

Baca juga: Pakar Kesehatan Sebut Minum Kopi Dapat Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Penelitian lain di masa lalu telah mendukung hubungan antara masalah kadar gula darah dan makan di malam hari.

Sebuah studi observasional menemukan bahwa orang yang tidur di siang hari dan makan di malam hari memiliki risiko 60 persen lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.

Meskipun tidak semua orang bekerja shift malam, para peneliti menyarankan bahwa orang yang mengalami jet lag atau begadang di akhir pekan dan makan sambil bangun dapat terpengaruh.

Gejala pradiabetes

ilustrasi seseorang yang sering buang air kecil karena prediabetes
ilustrasi seseorang yang sering buang air kecil karena prediabetes (freepik.com)

Gejala pradiabetes termasuk sering buang air kecil, merasa lebih lelah, dan kehilangan berat badan tanpa berusaha, jelas Diabetes UK.

Anda mungkin merasa lelah karena tubuh Anda tidak mendapatkan cukup glukosa dalam sel Anda untuk energi.

Gatal pada alat kelamin dan merasa sangat haus juga merupakan tanda-tanda pradiabetes.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved